Menjadi guru yang menyenangkan!

Oktober 03, 2016

'Bruk' salah satu temanku menambrakku, membuat aku tersentak.

"Aww.. Apa-apaan sih lu, Da?! Jalan nggak liat-liat amat!" gerutuku karena hampir membuatku terjatuh. 

"Sorry ya put, gua mau liat Mading.." sahutnya dengan tergesa-gesa.


"Ada apaan sih? " tanyaku sambil berusaha untuk maju agar kelihatan ( maklum bogel ).

"Pengumuman PLKJ ( pendidikan latihan khidmat jam'iyyah ) put." jawab khansa.

"Apa? Dimana? " tanyaku dengan panik, karena baru saja tenang menyelesaikan UN, sidang karya tulis, sudah harus praktek ngajar lagi.

"Di Cibuyutan Bogor Put." kata ulan.

"Kalo kata pengalaman kemarin sih, di sana pakainya surya, jadi kita malem gak bisa ngecas, susah mandinya, dan perjuangan kita jalan kesananya, jarak turun mobil kesana itu kurang lebih 1 jam." celoteh bece, yang sepertinya dia mengetahui banyak.

"Dih apaan banget kali masa jauh banget. Udah mah gue mungkin bawa koper berat, seminggu coy di kampung orang." ujar halwa.

Aku hanya terdiam mendengar mereka berdiskusi. Yah, memang terdengar mengerikan tinggal seminggu di kampung orang yang antah berantah, tidak punya siapa-siapa disana. Semua kita yang urus, mulai dari masak, keuangan, dan mengatur segalanya. Tetapi yang lebih mengerikan untukku adalah mengajarkan anak murid sd? Tak terbayang betapa susah diaturnya mereka.  Tapi yasudahlah..

 ****

"Pengumuman! Suruh kumpul dikantor segera. All Member of Class 12 MA." teriakan ibnu sang ketua kelas katanya.

 Bergegaslah kami semua menuju kantor. Berharap Ibu Kepala Sekolah berubah pikiran "anak-anak PLKJ tidak diadakan untuk tahun ini." harapanku dalam hati.

"Dengarkan semua, PLKJ nya nggak jadi di Cibuyutan, tapi jadinya di Bandung yang kebetulan juga pesantren yang dipimpin oleh ust Rusyana juga." kata Ibu  kepala sekolahku.

"Kita akan berangkat pada tanggal 24 hari ahad, Sekian Terimakasih." lanjutnya.

"Alhamdulilah gak jadi di Cibuyutan yang jalan jauh entarnya."ujar sari.
"Iya Alhamdulilah ya, Sar." sahut ulan.
Dan aku terdiam, dan bergegas kembali ke kelas.

****

"Baiklah sudah pada kumpul semua kan? Ayo kita berangkat!" kata ust Rus.

Teman-temanku kebanyakan mereka ribet dengan kopernya untuk dimasukkan ke dalam mobil, dan aku tidak membawa koper bukan hanya karena ribet, tetapi karena memang tidak punya koper, hehe.

Aku hanya membawa tas ransel yang lumayan besar aku gendong ( udah kecil makin kecil aja), dan tas kecil disebelah tangan kananku.

Ketika diperjalanan yang lumayan memakan waktu berjam-jam. Ditengah itu, ada temanku yang terlelap pulas dalam tidurnya, ada yang mengobrol, tertawa-tawa, karena aku dapat tempat duduk kebetulan di pinggir.

Yasudahlah aku lebih memilih memperhatikan jalan perkampungan yang kelihatan sangat tenang, damai, ditambah aku mendengar lagu yang ada di handphoneku. Sudahlah, aku terjatuh terbawa Suasana (kangen).

****

Tepat pada hari ahad, 24 april 2016 jam 12.30 sampailah di Gunung Halu, Bandung. 

Kami tinggal di suatu rumah yang kosong. Ya, awalnya kami semua takut. Tetapi apa boleh buat, kami semua mulai membereskan segalanya.

Dan hal yang paling menakutkan buatku adalah menimba di sumurnya, takut tiba-tiba ada orang keluar dari sumur (hehe kebanyakan nonton film Sadako).

Malam pun tiba, kami dimulai dengan mengajar ngaji anak-anak yang TPA, mereka kelihatan sangat bersemangat karena biasanya diajarin hanya dua orang lelaki, tetapi ini sama kita cewe-cewe cantik,  hehe.

Setelah mengajar kami pun pulang, dan kebetulan tadi itu sempat turun hujan, dan alhasil sendal kami penuh dengan tanah liat yang kebasahan (Belok) sehingga kesulitan untuk berjalan.

Sesampai di rumah temanku yang haid bercerita bahwa ada hal aneh yang terjadi.

"Eh, tadi gua kan ngaji, terus anjing yang di sebelah malah menggonggong terus, gua kerasin suara ngaji gua, si anjing itu semakin kerasin juga gonggongannya, itu buat kita takut nih, kan aneh. Apa dia liat sesuatu sehingga dia menggonggong seseram itu?" celoteh temanku yang muka nya sedikit pucat karena kejadian itu.

"Udah ah, jangan bahas yang gituan sudah malam nih, besok pagi ngajar, sudahlah positive thinking aja!" kata halwa yang sedikit mencairkan suasana yang menakutkan.

Kami semua tidak ada yang bahas tentang itu lagi, kebanyakan dari kami tidur dengan menggunakan headset dengan volume full, termasuk aku. Karena aku tidur dekat jendela, aku tidak mau mendenger suara macam-macam, lebih baik begitu, bukan?

****

Setelah shalat subuh, Kami pun sibuk dengan masing-masing, ada yang menyiapkan materi, ada yang masih dandan, dan ada yang menyiapkan makanan, dan ada juga yang masih mengantri mandi.

Karena aku pikir aku ngajar PAUD nanti siang, jadi pagi ini aku free, aku hanya membantu menyiapkan makanan.

****

Aku pun sibuk untuk segera mengajarkan anak PAUD, dan lain kelihatan kelelahan yang tadi pagi pada ngajarin anak SMP.

"Assalamu'alaikum" salamku sambil membuka pintu.

"Walaikumsalam" jawab mereka yang bersamaan.

"Teteh namina saha?" salah satu murid lelaki yang kelihatannya tak sabaran.

"Hehe, saya Putri, saya orang Jakarta, jadi selama saya yang ngajar bukan nggak boleh berbahasa Sunda tetapi lebih baik jangan karena saya nggak ngerti bahasa Sunda ya" jelasku sambil tersenyum ke mereka.
Tetapi kelihatannya ada juga yang sedikit tidak mengerti bahasaku.

"Kakak minta kalian perkenalkan diri satu persatu ya." pintaku. 

Dan mereka pun menurutinya. Aku memutuskan untuk kita berkenalan terlebih dahulu, tidak memberi materi.
Jam pelajaran hari ini selesai. Aku pulang ke rumah untuk bisa istirahat sejenak walau hanya merenggangan otot ini.

****

Ketika itu temenku chaerani mendapat sebuah message dari guruku.

"Eh, dengar nih kata Bu Lisa besok kita pulang di jemput jam 08.00 pagi. Bukankah itu terlalu cepat?" kata chaerani sambil memelas mukanya. 

"Apa? Perasaan cepat banget, baru juga gua betah disini karena anak PAUD yang tahan lucunya." jelasku yang ikutan memelas.

"Put, besok kan terakhir ijinin gua masuk ke kelas PAUD ya gua pengen kenal sama mereka. Lu tahu kan gua suka anak kecil." pinta ulan yang seperti ingin sekali bertemu anak lucu-lucu itu.

"Gua juga put mau, kedengarannya seru!" ujar chaerani.

"Oke, besok kita ramaian sekalian kita pamit." jawabku singkat.

****

Pada saat ingin pamit, sepertinya seluruh murid bukan hanya anak PAUD tetapi anak SMP pun sudah pada mengetahui kalau kita akan pulang hari ini, mungkin ada kabar burung yang antah berantah membuat mereka tahu hal ini.

"Ka putri, jangan pergi. Kakak disini aja sama arini kak." ujar anak perempuan yang lucu tiba-tiba memelukku.

"Sayang, kakak disini hanya karena diberi tugas, sekarang tugas kakak sudah selesai, kalau ada waktu kakak pasti main kesini kok." jawabku sambil tersenyum seakan-akan bisa meyakinkannya.

"Kakak..." berpeluknya lagi sambil menangis.

"Cup..cup.. Kamu nggak boleh cengeng ya, arini harus rajin belajarnya, janji?" hanya sekedar meredakan suasana agar aku tidak ikutang menangis.

"Iya kak." dia langsung berlari meninggalkanku, ternyata di belakangku ada temanku mungkin dia malu.
                                                
Tiba-tiba. "Kak putri ini buat kakak kenang-kenangan semoga bermanfaat ya kak." ujar anak perempuan dia anak SMP yang padahal aku pun tak tahu namanya.

"Makasih ya sayang" jawabku sambil tersenyum.

Ketika hendak jalan pulang ke rumah, ada anak perempuan dia anak PAUD tetapi di kelas yang bukan aku ajari. Entah mengapa dia bisa mengenalku.

"Kak putri, aku punya kakak namanya kak ***** dia dulu di sekolah persis jakarta juga." jelasnya membuatku spontan karena nama itu tak asing.

"Iya, aku kenal kak ***** oh itu kakakmu, dia kuliah dimana?" tanyaku.

"Di Universitas di Bandung kota kak, semoga kakak berjodoh sama dia ya kak amin, haha... supaya kakak menetap di Bandung."jelasnya yang membuatku kaget.

"Hey apaan sih kamu nih." jawabku sedikit merasa aneh.

"Aku akan berdoa begitu kak." kata-kata yang ditinggalkannya, lalu dia berlari. Aku membisu seketika, yaampun apa-apaan anak kecil itu.

Aku berusaha untuk melupakan hal itu, seraya berkata "dasar Anak Kecil" bisikku dalam kalbu. Aku pun berlari kecil, karena mobil jemputan sudah datang menjemput kami semua. Sedih, tentu saja sangat sedih. Ketika kita sudah nyaman kita harus pindah! Tetapi inilah tugas.

****

Mobil pun mulai melaju meninggalkan tempat yang mengesankan itu. 

Sejam kemudian, tiba-tiba handphone terdapat pesan, 

" assalamualaikum kak putri, terimakasih kak atas segala yang telah kakak berikan pada kami, kami merasa mempunyai kakak baru, kakak yang jauh disana. Terimakasih karena kakak udah mengajari kami dengan penuh kasih sayang, semoga kak putri bisa berkunjung kesini lagi ya kak, semoga kakak selamat sampai tujuan hati hati kak . arini ." 

Aku terdiam, anak paud tetapi dewasa sekali, rasanya aku ingin pindah rumah ke sana. Tak kuasaku menahan air mata ini, yang akhirnya menetes di wajahku.

"Waalaikumussalam arini sayang terimakasih doanya ya, kamu baik-baik di sana, belajar yang rajin, berbakti sama orangtua, kakak janji insyaAllah kakak akan berkunjung tetapi entah kapan, jadi kamu harus fokus belajar ya sayang supaya bisa jadi orang sukses, semangat sayang." balasku.

Aku heran di rumah ada empat anak kecil tetapi aku biasa saja, tetapi ke mereka aku merasa seperti adikku sendiri.

"Mungkin ini bisa membuatku semakin sayang kepada adikku sendiri." bisikku dalam kalbu.
             
                        ~ The End ~
                                                                #Newbie                                  #OneDayOnePost

You Might Also Like

45 komentar

  1. Keren banget sih de, mau dong ceritanya ngalir gitu hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha boong aja tau itumah karena pengalaman jadi gampang hihi dan masi aja amburadul

      Hapus
  2. Tulisannya bagus, enak bacanya :)

    BalasHapus
  3. Tulisannya bagus, enak bacanya :)

    BalasHapus
  4. Panjang e put
    Keren

    Belajar yuk EYD/EBI

    BalasHapus
  5. Panjang e put
    Keren

    Belajar yuk EYD/EBI

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha pengalaman soale kawid jadinya agak mudah hihi org seminggu itu , hihi

      Hapus
  6. Wah...seru lho...saya meneteskan air mata saat dek iput perpisahan sama anak-anak PAUD


    Tapi ya penasaran ama nama yang ini *****.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha yang bener ka ayu? Hihu kmren iput sedih ngeliat ank paudnya sedih hihi.

      Ahaha sensor ka, takut wkwk

      Hapus
  7. Punya pengalaman sama.. Berpisah sama ank2 itu memang sesuatu ya...

    BalasHapus
  8. Weeeww ... keren cerpennya nih. Suka aku.
    Salam kenal ya. Aku Nova, peserta ODOP Batch 3

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aminn, makasii tapi itu masih amburadul ka. Haha
      Salam kenal juga ka

      Hapus
  9. Balasan
    1. Haha kasep๐Ÿ˜ถ kritik tulisannya ka,๐Ÿ˜ถ๐Ÿ˜‚

      Hapus
    2. Ho jadi kelian saling kenal. Hihihi. Baca tulisan iput berasa dengerin iput ngomong. Seru

      Hapus
    3. Haha emangnya kavin pernah dengerin iput ngmng ka wkwk

      Hapus
  10. seru ya ceritanya .. hehe..
    salam kenal, saya ela dari grub ODOP bacth 3 .. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha makasii ka ela salam kenal juga yaa

      Hapus
  11. Aih, anak-anak itu bagaikan kebahagiaan

    BalasHapus
  12. Wah asyik bacanya Put..pengalaman yg menyenangkan dan luar biasa ya ngajar anak2.

    BalasHapus
  13. Idenya kreativ.
    Tinggal dipoles sedikit lagi mbk Put.
    Ada typo
    Ayukkk belajar EBI

    BalasHapus
  14. ngalir banget, keren put.

    Suka gaya anak cowok paling depan, kiri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha biasa ajaa kaa.
      Iya pada narsis wkwk

      Hapus
  15. Membaca ini, jadi inget pernah mengajar di pedalaman Kalimantan...
    Seru...

    Oiya, belajar EYD (EBI) ya, Put... Biar ke depan makin yahud tulisannya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wahh pasti seru kan bang? Pengalaman bgt deh.

      Aminn hehe mohon bimbingannya bang๐Ÿ˜Š

      Hapus
  16. Keren Put. Tapi akan lebih keren kalau dirapiin dikit tentang EBI nya. Dulu namanya EYD. Belajarnya dimana? Dari buku2 terbit atau dari tulisan2 para senior. ;)

    BalasHapus
  17. bunda lulus SMA hampir 20 th lalu. putri masih imut banget ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha emg bunda tau iput lulus umur brp hihi

      Hapus
  18. UDAH BAGUUS PUUT ,,, PANJANG NIAAAN HEHEHE
    EBI nya dibenerin yaaa

    BalasHapus
  19. Mantabbbbbbbbbb ni iput, ga pegel ya dek nulis sepanjang itu.. hehe. Saluuuttt

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha ada ko yg lebih panjang dari iput hehe.

      Hapus
  20. Balasan
    1. Makasii udah mampir my twins ๐Ÿ˜˜๐Ÿ’œ

      Hapus

Popular Posts

Instagram