Review novel Tahajud Cinta Di Kota New York

Oktober 28, 2016







"Jika kau berhasil bertahan hidup di New York, maka kau akan berhasil bertahan hidup dimana pun"
Salah satu kutipan dari sebuah novel berjudul Tahajud Cinta di Kota New York karya Arumi E.

 Di dalamnya menceritakan Dara Paramitha seorang mahasiswa jurusan managemen bisnis di Columbia University.

 Saat di Indonesia, ia adalah seorang wanita cantik, fashionista yang nggak pernah ketinggalan sama barang langka, limited edition dan sangat stylish. Ia wanita gaul yang nggak pernah kurang sama pergaulan, selalu menjadi pujaan para lelaki sewaktu ia di Indonesia.



 Ketika Dara memutuskan pergi untuk ke New York. Lalu, Dia tinggal sekamar dengan sahabatnya dari Indonesia, Keira Subandono di salah satu apartemen di Kota Manhattan. Keira tidak satu kampus dengan Dara,dia memilih jurusan fashion design.

 Di Kota New York setiap orang bebas melakukan apa yang ingin mereka lakukan selama itu tidak mengganggu orang lain. Hidup penuh kesenangan dan keglamoran.

 Tentu saja, Dara dan Keira juga menikmati kesenangan itu. Terkadang mereka datang ke club malam, berpakaian seksi dan minim, minum minuman berakohol, Dan senang menghadiri pesta-pesta ternama.

 Lalu, semuanya berubah ketika Dara mengenal Aisyah Liu dia adalah wanita muslimah berasal dari Cina. Aisyah wanita muallaf yang yang berpakaian sangat tertutup hingga terkesan kuno. Namun, Dara merasa malu. Dia yang terlahir menjadi seorang muslimah, dan tinggal di Negara yang merupakan mayoritas islam, tetapi tidak pernah menjalankan kewajibannya dalam menutup aurat.

 Waktu demi waktu, Dara sering mengikuti kajian bersama Aisyah, hingg akhirnya Dara memutuskan untuk membulatkan tekadnya untuk menutup aurat sesuai syari'at. Semua orang yang dekat dengan merasa aneh, terutama sahabatnya Keira.

 Keira yang selalu mengajak untuk pergi ke pesta, namun Dara pun tidak mau lagi mengunjungi tempat yang ujung-ujungnya maksiat. Sesekali Dara berusaha mengingatkan Keira, namun hanya menghasilkan berdebatan antara mereka.

 Yah, seseorang yang fashionista, selalu mengikuti zaman tak pernah sedikit pun tertinggal. Namun, saat ia di kota New York, dimana kota itu yang lebih brutal dari Indonesia. Tetapi, Dara memutuskan untuk menutupi seluruh tubuhnya.

 Masya Allah itu merupakan motivasi tersendiri untukku, dia begitu hebat dapat melawan segala godaan yang ada di kota New York. Jika di Jakarta saja kota kelahiranku, tidak mampu menahan godaan. Bagaimana jika aku pergi ke Negara orang??

( well, begitulah kurang lebih ceritanya. Bagi kalian yang proses hijrah harus banget baca ini, karena sangat memotivasi. Membuat kita yakin dimana pun kita berada, Allah SWT akan selalu ada di sisi kita. *salamhijrah )

-MeiPurple-
Jakarta, 28 Oktober 2016
#OneDayOnePost

You Might Also Like

5 komentar

  1. Hijrah bisa datang kapanpun... Mantap....

    BalasHapus
  2. Meski keadaan tdak mndukung, kalau Allah berkehendak hidayah datang, maka tdak ada yg mmpu mnghalangi..
    Tentu ada usaha didalamny...
    Inspiratif...

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram