Semangatlah Menuntut Ilmu!!

Oktober 25, 2016

"Kuliah lu Re?" ujar Adel dengan sedikit nada menghina, dia berhasil menghentikan langkahnya.

"Iya Del, kuliahlah masa gua lulus terus nggak belajar lagi?" jawabnya begitu polos, Renia terkenal sebagai anak kurang pergaulan yang menggunakan jilbab lebar.



"Yaampun Renia. Ngapain sih kuliah tinggi-tinggi yang ujung-ujungnya Dapur juga." sahutnya semakin menyebalkan dengan senyum kecutnya.

Aku hanya tersenyum.

"Lu kan anak pertama Re masa lu mau ngabisin waktu untuk kuliah?" Tambah Adel.

"Nggak kok Del, karena ini kewajiban. Gua duluan ya Del, gua cape pengen istirahat." jawab Renia dengan tersenyum meninggalkannya
"Assalamualaikum.." tambah Renia.

"Waalaikumsalam" jawab Adel, dan sambil mengoceh kecil, aku tidak begitu menghiraukannya.

****

"Renia mah mau ya kuliah? kalau si Adel mah nggak mau kuliah padahal abangnya sudah nyuruh kuliah tetapi dia tetap nggak mau katanya dia pengen cepat kerja aja supaya bisa bantuin Mamanya." ujar Ibunya Adel di depan Renia dan Ibu. Sore itu Ibunya Adel berkunjung, hanya sekadar silahturahmi ke Rumah Renia.

"Iya mba, renia kuliah sambil kerja. Iya mungkin si Adel memang ingin menjadi anak yang berbakti kepada orangtuanya Mba." sahut Ibu Renia,

'Ibunya Adel seakan-akan ingin bicara kalau aku tidak berbakti gitu jika aku kuliah? Yaampun.' batinnya.

"Iya Mba, Adel sih bilang iya Ma sudah lelah juga belajar terus, jadi mau kerja aja biar bisa bantu Mama." sahut Ibunya Adel, membuat Renia tersentak.

****

Bukankah itu terdengar seperti sebuah alasan?

Lelah? Bagaimana mungkin dia bisa berpikir seperti itu? Dalam hadist juga ada "Menuntut ilmu lah walau sampai ke negeri Cina." hadits tersebut mengajurkan untuk tidak ada kata jauh dalam menuntut ilmu.

Lalu ada lagi dalam hadits " menuntut ilmulah dari Buaian hingga Liang Lahat." ini yang harus aku beritahu pada adel. Bahwasanya menuntut ilmu itu tiada kata 'Lelah' .

Ketika kita sudah lulus sekolah kita perguruan tinggi sampai S2 sekalipun. Bukan semata-mata ingin mempunyai gelar banyak, tetapi itulah yang dianjurkan dalam islam untuk tak pernah lelah untuk menuntut ilmu.

Jika kita mempunyai keterbatasan dalam biaya, bukan berarti kita berhenti begitu saja! Kita hanya perlu berjuang.

Ketika jenjang S2 selesai, bukan berarti kita sudah tidak perlu belajar lagi karena merasa ilmunya sudah cukup banyak, atau dengan alasan sudah menjadi Ibu Rumah Tangga yang hanya berurusan dengan Dapur dan Anak.

Bahwasanya kita harus tetap menuntut ilmu, menuntut ilmu itu tidak harus berseragam, tidak perlu di Tempat keren. Tetapi menuntut ilmu bisa Dimana saja dan Kapan saja.

Maka, aku tidak perlu malu karena kuliah buka di Universitas Terkemuka. Aku tidak malu, karena yang aku cari adalah Ilmunya.

Karena ilmu tidak harus selalu ada guru, dalam hadits pun dijelaskan "liatlah apa yang dikatakannya, jangan lihat siapa yang mengatakannya." nah, walaupun seorang anak kecil yang memberi tahu, kita harus terima jika itu benar.

Wallahu A'lam Bisshowab.


-MeiPurple-
Jakarta, 25 Oktober 2016
#OneDayOnePost

You Might Also Like

12 komentar

  1. "Menuntut ilmu bisa dimana saja" se7 mbak..gak harus pake seragam..bahkan orang yg baca buku juga bisa dikatakan mnntut ilmu....

    Salam pena...

    BalasHapus
  2. Keren iput .harus terus semangat menuntut ilmu

    BalasHapus
  3. Apalagi sekarang zaman digital, peluang menuntut ilmu semakin luas:) Alhamdulillah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betcul syekali ka :) alhamdulilahh

      Hapus
  4. Setuju... "lihat apa yang dikatakannya, jangan kihat siapabyang mengatakannya;

    BalasHapus
  5. kan mau jadi madrasah pertama bagi anak-anak puuut heheh

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram