Waktu yang Singkat..

Oktober 10, 2016

Haii minna-san, weekend kemarin pada kemana?

Tepat pada hari Sabtu 08-10-2016 jam 06:45 aku pergi untuk outbond di Ciseeng Bogor, akhirnya piknik juga, hehe.

Dari rumah aku hanya membawa mie, untuk bekal. Karena nggak terbiasa makan pagi, hehe.

Kring..kring..tiba-tiba hapeku berbunyi dan tertera di layar 'Fathillah' dengan segera aku mengangkatnya "assalamu'alaikum La, gua otw tunggu ya," jelasku karena aku tahu dia pasti sudah menunggu di Alur Laut.


"Iya, gerak cepat ya Put," ujar Fatillah. Dengan segera aku mempercepat langkah ini.
Tak lama aku melihat dia ada diujung jalan Alur Laut. Dan kami pun cipika cipiki, hihi.

Bergegaslah kami menuju Masjid Astra dimana itu menjadi tempat kumpul kita, sesampai disana senang sekali bertemu dengan yang sudah lama tidak bertugas lagi, sekarang bisa bertemu di Rihlah ini. Alhamdulilah..

Sekitar 08.25 kami menggunakan bus Pariwisata, hanya sekitar 25 Orang, karena ada yang diantaranya tiba-tiba ada halangan sehingga tidak bisa hadir, di Acara yang sangat menyenangkan ini. Tetapi kami semua memakluminya.

Sesampai disana sekitar jam 11.30 kami beristirahat karena duduk di mobil selama berjam-jam, dan petugas outbond sudah menyediakan makanan siangnya, ada ikan asin, ayam bakar, sambel, sayur asem, dan lain sebagainya. Hmm yummy..

Tentu saja kami langsung melahapnya karena lumayan kelaparan di dalam mobil, sungguh suasana yang tak pernah terlupakan. Kota Hujan pada saat itu sejuk sekali, kita makan diatas rumah panggung, mereka sesekali tertawa melihat kelucuanku, ups hehe.

Aku bahagia membuat orang sekitar bahagia walau itu sebuah kekonyolan sekali pun.

Setelah makan, kami bergegas menuju musholla untuk shalat. "Selesai shalat langsung kumpul kita pemanasan terlebih dahulu, okey," ucap petugas outbond.

Kami semua mengangguk mengiyakan.

Pemanasan pun segera dimulai, dan aku selalu di samping wanita cantik bernama Mida, mungkin karena aku sangat merindukannya, kebetulan outbond ini di Bogor jadi dia bisa hadir, kami bercerita tentang kuliahnya yang sudah mau wisuda lah, bercerita mau maen ke KRB lah, kita tak pernah kehabisan cerita sepertinya. Itulah kita..

"Bikin dua barisan, nanti yang kanan saya Polisi, yang kiri saya Maling, jika Maling sudah memegang pohon itu artinya dia sudah aman. Yang berhasil ditangkap akan di ceburin kedalam sana," jelas petugas outbond itu, tentu saja semua merasa takut tak ingin di ceburin kedalam Empang seperti itu, ya walaupun petugasnya bilang bahwa Empang itu kedalamannya hanya 50 cm. Tetap saja tak ingin jika didorong kedalam bukan?

Aku Maling dan di depanku Fathillah dia Polisi, 'kali ini kita jadi Enemy, La" ucapku meledek sambil bertolak pinggang. "Tentu siap-siap put.." jawabnya membuat kami tertawa.

"Satu..dua..tiiga.." hitungan petugas membuat semua menghilang dari barisan.

Aku berhasil memegang pohon, tiba-tiba aku duduk tidak peduli kotor atau tidak, jempol kakiku nyeri sekali sangat nyeri, nyut..nyut..nyut.. 'Ahh sakit' batinku.

Kak Khotimah yang tak jauh dariku dia mendengar ringisan kesakitan. " yaAllah kenapa put? P3k mana ya?" ucap kak Khotimah dengan wajah panik.
"Nggak ka, nggak berdarah hanya nyeri," ucapku menenangkannya.
"Kamu mau diem disini saja? Ijin berenti dulu nggak apa, ayo kita kepinggir," dia sambil membantu aku bangun.
"Iput bisa sendiri ka," kataku jalan dengan lantang dan terpaksa. 'Hanya jempol put' batinku, dan duduk di pinggiran.

"Kenapa neng?" kata salah satu petugas outbond.
"Nggak apa-apa hanya kesandung sepertinya," jawabku singkat.

"Kenapa put? Kakak sih keram kakinya jadi ijin dulu," ujar kak Tika, sambil melihatku dengan penasaran.
"Nggak tahu ka, jempolnya nyeri sekali," jawabku sambil membuka kaos kaki. Dan terlihat sedikit bolong karena kecelakaan itu.

"Aww... Siram pakai air kran put, takut catengan luh," ucap kak Tika membuat aku semakin panik.
"Uhh sakit.. Kran jauh ka," wajahku memelas, dan dia membantuku bangkit pergi ke kran.

"Mendingan bukan? Kayanya tadi kemasukan pasir juga," kata kak Tika sambil menatapku.
"Iya Alhamdulilah ka," jawabku sambil memakai kaos kaki itu perlahan-lahan.
"Terimakasih ya kak Tika" ucapku sambil tersenyum padanya.
"Sudah tenang saja iput.."

Aku nggak peduli jempol ini nyeri, aku tetap mengikuti outbond ini. Ternyata kita juga memang pada akhirnya akan bermain di Empang itu, mulai dari bermain yang menguji tentang keyakinan bahwa kita kuat untuk menahan teman kita supaya tidak tercebur ke dalam Empang dan permainan menantang lainnya.

Tetapi kami semua matanya membelak melihat yang satu ini, inilah yang lebih menegangkan, yang lebih menantang, dan ada dari beberapa dari kami memutuskan menyerah untuk langsung lewat jalan pintas saja.

Yaitu permainan Line Bridge dan V Bridge.

Aku berpikir masa aku secemen itu? Sudah sampai sini tidak merasakan semuanya sayang! Rasa takut itu harus dilawan put!' batinku.

Aku memutuskan untuk tetap lanjut melewati tantangan yang menakutkan ini, walaupun semuanya rabun, saat itu aku melepaskan kacamata, karena takut terjatuh kedalam Empang.

Tetapi aku yakin. Ikuti kata hati put! Bismillah..

Aku yakin terus melintasi Line Bridge tanpa melihat ke bawah, kueratkan genggaman. Yakin, bismillah.
'Bagaimana kalau tanganku licin dan kaos kaki yg dipenuhi lumpur itu bisa membuat aku terjatuh ke bawah dan terjebur ke dalam Empang dipenuhi lumpur?' ahh sudah put.. Yakin kalau akan sampai pada tujuan dengan selamat!

Akhirnya Alhamdulilah Line Bridge terlewati, tetapi aku masih harus melewat V Bridge. Jempol kakiku kembali nyeri, aku meluruskan kakiku untuk sejenak sebelum aku melanjutkannya, aku tidak mau jempol ini membuat terjatuh ke dalam Empang.

'Sudahlah.. Aku bisa! Flying Fox menanti put..' batinku.

Segera aku melanjutkan ke V Bridge yang ada dipikiran saat ini adalah 'cepat sampai cepat sampai'. Yah! Akhirnya aku sampai puas sekali rasanya melewati itu walaupun jempol sedang nyeri bukan masalah bagiku.

Kini, yang terakhir Flying Fox aku naik sampai 3 kali tidak peduli harus jalan sejauh apa untuk kembali ke standnya, ketika naik Flying Fox seakan-akan seketika aku bisa melepas semua beban, indah sekali terbang bagaikan burung yang selalu bebas kemana saja ia pergi, tak ada yang menuntut, tak ada aturan.

Tetapi ingatlah Manusia adalah Makhluk paling sempurna yang Allah SWT ciptakan.

Yaa seperti itulah cerita di Rihlah yang sangat tak terlupakan itu, tak cukup 10 lembar untuk menceritakan semua itu, semua kenangan akan tersimpan rapi dalam memoriku.

Just one day, waktu yang singkat tetapi penuh makna dan sangat berharga. Semoga kita bisa bertemu lagi di Rihlah berikutnya aamiin..

Ciseeng, Bogor.
Iput Chan
#OneDayOnePost




You Might Also Like

6 komentar

  1. Ipuuut... Bagus, tapi masih ada typo ya.. Terus iput jelasin jg dong line bridge dan V bridge itu yg bagaimana? Mngkin ada jg yg tdk tau sih seperti saya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha biasa aja ka, iput curhat ajaa wkwk, iya yaa ke mbah gugel ajee ka hihi

      Hapus
  2. masuk kesitu bayar berapa iput?

    BalasHapus
  3. semoga kita bisa ke KRB Secepatnyaaa aku yunggu disini dibogor hihi
    semangat terus nulisnya yaah , kusuka cerita kamunya :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huuuu kamidaaa udah kangenn lagii nihhh :*

      Hapus

Popular Posts

Instagram