I wil always be there for you part 3

November 22, 2016

Sore ini aku ditemani oleh tumpukan buku sastra yang harus dibaca, untuk materi skripsi. Otak pun kacau, akhirnya, kuputusan menutup laptop merapihkan buku yang berserakan di kasur, dan menghempaskan tubuh ini.

Sejenak, kulemaskan otot-otot yang sangat kaku ini. Dan, ternyata bayang-bayangnya selalu saja menghantuiku, ketika saat termenung seperti ini.



'Aku akan melupakanmu! Dengan melakukan kesibukan, aku yakin, dengan mudah melupakanmu.' ucapku kepada langit-langit dikamar yang berwarna ungu dan terdapat motif bunga sakura di setiap sudut.

Suara musik jazz terdengar dari arah meja, lamunanku buyar, dengan segera mencari sumber suara. Nada dering ponselku menandakan ada pesan singkat masuk, Della, nama pengirim pesan.
'Re, ada kabar gembira. Kalo gue hari minggu bakalan di khitbah.'
Mataku membelalak, hati berkecamuk, senang, bingung. Aku senang karena akhirnya ia menemukan penggenap jiwanya, bingung karena apa mungkin secepat itu? Ah, tidak. Aku harus positive thinking. Batinku.

Kemudian, jariku dengan sangat lincah mengetik pesan.
'Iya? Alhamdulilah. Gue doain yang terbaik buat lo, La.' kemudian menekan tanda panah; sebagai tanda send.

Aku terpaku, pikiran ini bercabang, ribuan tanya di benakku. Tidak ini sudah terlalu larut, lagipula, mobilku harus dibawa ke tukang bengkel terlebih dahulu. Karena tadi terjadi insiden, bannya bocor, seperti ada yang sengaja melakukannya. ah, aku menjadi geram mengingat kejadian tadi. Sudahlah..

Aku kembali menghempaskan tubuh ini, kedua lenganku menopangi kepala di belakang. Menatap langit-langit kamar, namun pikiranku entah begitu melayang. Kupejamkan mata ini, namun bayangan seseorang itu selalu menghantui.
Mungkinkah aku bisa melupakanmu?


                 

#OneDayOnePost

You Might Also Like

4 komentar

  1. Haha makasii lohh💜💜😘

    BalasHapus
  2. Baca judulnya kayak judul lagu maher zain lo put...penggemar soalny...hehehe

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram