Review - Barcelona Te Amo by Kireina Enno

November 17, 2016

Sumber Foto : Google

Judul buku : Barcelona Te Amo
Penulis : Kireina Enno
Penerbit : Bukune
Editor : Widyawati Oktavia
Designer Sampul : Gita Mariana
Penata Letak : Erina Puspitasari
Ilustrator Sampul & Isi : Gama Marhaendra
Kategori : Novel
Terbit : 2013
Tebel Buku : 266 hlmn; 13 x 19 cm
ISBN : 602-220-090-3
Rating : 4/5

BLURB

Tadinya, musim panas selalu muram.
Lalu, dia datang dengan senyumnya yang indah, ketija waktu mendamba detik-detik yang hangat dari matanya. Entah bagaimana, hati Katya begitu dingin kerika menepis uluran tangan laki-laki itu.



Kesepian pun menghantamnya.
Sepanjang La Rambla, angin menepi.
Sayap-sayapnya membawa Katya menari di antara pilar-pilar Gothic Quarter yang sunyi. Membangkitkan rindu kepadanya. Seperti ombak kepada pantai yang menunggu.

Maka, di sinilah Katya berada kini.
Menyambut genggaman tangannya.
Di Placa de Catalunya, tempat merpati bercengkrama.
Ketika matahari menyinari Barcelona.
Dia bagai musim panas yang begitu indah.
"Te amo," pelan ucap Katya
Akankah dia dengar?

Te amo siempre,

Kireina Enno.

ULASAN

Katya, Sandra, Evan mereka adalah teman bermain sejak kecil. Katya adalah seorang perempuan yang pendiam, namun ia sangat berbakat. Ia sangat pandai dalam membuat lukisan.

Lalu, Sandra adalah sepupunya Katya, namun, sandra adalah seorang perempuan yang selalu membuat masalah. Yang selalu menyuruh Katya untuk berbohong pada Ayahnya demi kepentingannya sendiri.

Evan adalah lelaki yang baik, ia selalu baik kepada Katya maupun Sandra, bahkan, Evan marah karena Katya begitu baik sehingga selalu menuruti Sandra untuk selalu berbohong kepada Ayahnya.

Dan Sandra pun sering memanfaatkan bakat Katya. Sandra selalu meminta Katya membuat gambar yang indah, sehingga Sandralah yang selalu mendapatkan pujian yang seharusnya diperoleh Katya.

Ya, Sandra adalah perempuan yang sangat manja, kekanak-kanakan, gegabah dan egois. Bahkan hingga mereka sudah menjadi remaja pun, Sandra masih kekanak-kanakan.

Pada saat itu, Sandra berniat untuk mengungkapkan perasaannya pada Evan. Namun, Evan pun bingung. Karena ia tak mengerti dengan perasaannya, ia menyayangi Sandra, tapi ia mencintai Katya.

Sandra kecewa, marah. Dan merasa ia selalu kalah oleh Katya, ia merasa Katya selalu bisa mengambil perhatian orang-orang sekitarnya. Mulai dari Ayahnya, Pembantunya di rumah, lalu sekarang Evan.

Hingga Ayahnya Sandra menawarkan Katya untuk kuliah di Spanyol, Barcelona tempat dimana Pamannya dulu, karena banyak bangunan-bangunan kuno dan bagus untuknya melukis. Katya pun memutuskan untuk pergi ke Barcelona, berharap Evan bisa mencintai Sandra dan melupakannya.

Ketika Katya sudah di Barcelona, ia tinggal dimana tempatnya selalu memainkan kuasnya di atas kanvas. Tinggal bersama Maria dan Isidro, mereka adalah sepasang pasangan yang baik terhadap Katya.

Saat Katya tenang di Barcelona, Evan dan Sandra akhirnya menjalin hubungan. Namun, Evan merasa hatinya memang bukan untuk Sandra, melainkan untuk Katya.

Begitu pun dengan Katya, ia selalu sulit hingga saat ini melupakan Evan, tapi ia hanya ingin Sandra; sepupunya bahagia bersama Evan yang akan selalu menjaganya.

Saat itu juga Katya terinspirasi membuat lukisan bernama Dandelion. Hingga pada akhirnya, lukisan itu dilirik oleh seorang Kurator terkenal bernama Manuel Estafan.

Manuel Estafan berniat untuk mengikutsertakan lukisan Katya pada pameran di Cultura Contemporania, karena ia sangat mengagumi lukisan Katya yang terlihat sangat hidup. Namun, Katya tak begitu senang. Ia melukis bukan untuk menjadi terkenal, tapi hanya untuk meluapkan perasaannya saja.

Kemudian, temannya bernama Lucia yang merupakan teman dekatnya di Fakultas Seni Rupa Universitat de Barcelona. Lucia selalu merayu Katya untuk mau mengikutinya, karena ia tahu bahwa itu adalah kesempatan emas. Dan dengan seorang tampan dan terkenal seperti Manuel.

Hingga akhirnya Lucia bercerita tentang Manuel, bahwa ia adalah seseorang yang selalu memberi jarak kepada wanita. Karena masa lalunya, kekasihnya yang sangat ia cintai. Pergi meninggalkannya karena lebih memilih lelaki yang memiliki harta berlimpah. Maka, sejak itulah Manuel selalu tertutup, dan membuat jarak kepada wanita.

Kemudian, Katya tiba-tiba tertarik untuk mengikutinya dan membuat lukisan Subadra, yaitu ingin menyadarkannya bahwa wanita pun ada yang selalu setia.

Ketika Katya tengah menyelesaikan lukisan, ia mendapat kabar bahwa Sandra datang ke Barcelona, karena ia telah putus dengan Evan. Tak lama, Evan pun datang ke Barcelona. Membuat Katya menjadi sulit melupakannya, dan Sandra pun menyukai Manuel karena ketampanannya.

Lalu, apa yang akan Katya lakukan bahwa tahu Sandra menyukai Manuel? Dan bagaimana dengan nasib Evan?

Silahkan baca bukunya, supaya tahu bagaimana endingnya :)


#OneDayOnePost

You Might Also Like

8 komentar

Popular Posts

Instagram