Sebuah Kebetulan part 2

November 11, 2016

Sore yang begitu cerah, namun bersuasana lelah. Terlihat kelelahan di setiap raut wajah orang Bandung termasuk aku saat ini, padat kendaraan sudah menjadi kebiasaan.

'Bagaimana mungkin besok aku diwajibkan lembur karena hal sepele seperti itu? Karena ada anaknya datang dari Amerika, sehingga seluruh pekerjaan diberikan kepadaku begitu saja?! Ya, benar dia adalah atasanku. Tapi, nggak seharusnya dia seperti ini kepadaku!!' batinku. Perasaan kesal menguasai jiwaku.

Terbesit di hatiku untuk melepaskan pekerjaan yang atasannya menyebalkan itu, tetapi apa boleh buat tangan tak sampai.

Ayolah jalan, jangan macet!!, sore ini sungguh lengkap emosiku tak teratur bagaikan gunung berapi yang siap mengeluarkan gembulan asap.

Tak lama kemudian, jalan sedikit longgar. Alhamdulilah. Tetiba mataku terfokus dengan wanita berjilbab lebar mengenakan jubah berwarna ungu terong, semakin dekat sambil memicingkan mata. Entah apa, perasaan yang tadinya bagaikan gunung yang siap menyemburkan api, namun hati ini berubsh adem, tenang, terasa ada sebuah kehangatan yang membuat hati ini ingin sekali menghampirinya.

Aku sangat mengenalnya, dia adalah wanita yang selama ini kuacuhkan.

"Renia kan?" ujarku sambil melontarkan senyuman, kenapa aku tidak bisa terkendali seperti ini?

Ia hanya mengangguk, terlihat seperti seseorang yang kebingungan. Apa mungkin ia melupakanku?

"Kamu inget saya kan?" tanyaku sekali lagi, semoga menjawab seperti harapanku.

"Ah.. I..iyaa.. Kak Elang ya?" tanyanya iya tiba-tiba wajahnya terlihat berubah seketika, apa ia baru mengingat memorinya yang telah usang?

"Haha, syukurlah. Saya pikir kamu lupa, ayo ikut saya, kita ngobrol sebentar." Aku mengisyaratkannya agar segera naik ke dalam mobil. Entah apa, jantungku berdegup dua kali lebih cepat, dan tidak bisa memgendalikan diri ini. Apa yang terjadi padaku?


#OneDayOnePost

You Might Also Like

2 komentar

Popular Posts

Instagram