Cerbung - Who are You? ( Part 3 )

Desember 07, 2016


                    


Kami berdua berlari kecil mengelilingi kota New York, terlihat beberapa gedung pencakar langit disini, tetapi kendaraan saat ini masih sepi, hanya ada orang-orang yang lalu lalang di antara kami. Tiba-tiba Lucy berhenti melihat dua orang lelaki, lelaki yang berdiri di depanku memiliki rambut pirang berkulit putih, dan bermata toska. Dan kumemandang ke sebelahnya, ah, dia lelaki yang pernah kulihat. Jantungku berdegup dua kali lebih cepat, ada apa denganku? Terdapat desiran lembut di hati ini.

"Hai! Reza, Kevin. Kenalkan dia saudaraku namanya Renia," ucap Lucy

"Kamu?" ucap lelaki bermata abu-abu.



"Lho? Kamu kan yang ada di pesawat kemarin?" ucapku.

"Wah, kalian berdua sudah saling mengenal, ya."

"Kita bertemu di penerbangan kemarin, Luce," tukas Reza.

"Hai! Renia, namaku Kevin." Lelaki bermata toska mengulurkan tangan kanannya dan tersenyum.

"Hallo, Kevin." Aku membalas jabatannya, dan tersenyum.

"Baiklah, ayo kita jogging bersama," ujar Reza

"Ayoo.." Lucy berjalan sejajar dengan Reza, mereka melupakanku.

"Hey! Re, jadi kau sampai kapan disini?" Aku tersentak mendengar sapaan Kevin.

"Ah, iya. Aku baru sampai tadi malam di sini, Vin." Mataku menatap lurus.

"Apa kau akan kuliah di University of New York?"

Aku mengangguk, tanpa menoleh ke arahnya.

Hingga akhirnya matahari sudah mulai terbenam, dan kami pun berhenti dan masuk ke rumah masing-masing.

***

"Jadi, mereka itu tinggal di rumah sebelah, Luce?" Aku mengernyitkan dahi.

"Ya, mereka adalah saudara angkat. Kevin adalah asli New York, namun Reza dia blasteran sama sepertimu. Reza diangkat menjadi anak oleh keluarga Kevin." Lucy masuk ke dalam dan meninggalkanku.

Aku tertegun, mungkinkah dia adalah Elang yang selama ini kurindukan? Tetapi kenapa dia tidak mengenaliku? Batinku berkecamuk.

Akhirnya aku memutuskan masuk, dan bersiap untuk hari pertamaku masuk kuliah.

***

"Paman udah daftarin kamu, Re. Belajarlah dengan baik ya." Aku mengangguk seraya berkata, "akan kulakukan, Paman. Terimakasih."

"Sama-sama." Mata Paman menatap lurus ke arah jalanan.

"Kita satu kampus, tetapi beda fakultas, Re. Hanya berbeda sedikit kok jarak antara kampus kita."

Aku mengangguk, "Nggak apa-apa ko, Luce." Kemudian aku mengalihkan pandangan ke sebelah kanan jendela mobil, terlihat kota New York yang sudah terdapat kendaraan yang lalu lalang. Sekumpulan burung yang berkelompok mencari makanan, dan kemudian terbang bersamaan.

"Aku duluan ya, Re. Sampai ketemu nanti." Ia melambaikan tangan dan menghilang dari dalam mobil.

Aku membalas lambaiannya, mengangguk dan tersenyum.

Tak lama, mobil Paman terhenti. Di sebuah gedung besar berwarna coklat bercampur silver, aku terpana melihat gedung yang sangat terlihat elegan.

"Udah sampe, ini fakultasmu, Re." Paman menatapku dari kaca yang ada di depannya.

Aku tersentak, "ah, iya, aku pergi dulu ya, Paman." Aku melambaikan tangan. Kemudian, Paman membalas lambaianku. Dan mobil langsung menghilang perlahan, aku mengalihkan pandangan kepada sebuah gedung yang masih membuatku terpana.

***

"Baiklah kalian akan mendapatkan teman baru, silahkan masuk. Dan perkenalkan dirimu," ujar dengan lantang oleh seseorang Lelaki paruh baya di depan kelas.

Aku masuk, dan mulai memperkenalkan diri, "Hallo namaku Renia, Aku dari indonesia. Salam kenal semua." Aku memberikan senyuman ke seluruh orang yang ada di dalam, tiba-tiba mataku terhenti, melihat lelaki bermata abu-abu itu duduk di urutan pertama di pojok dekat tembok. Itukan Reza? Aku satu jurusan sama Reza? Kenapa harus dia lagi?!



#OneDayOnePost
#TantanganODOP



You Might Also Like

9 komentar

Popular Posts

Instagram