Cerbung - Who are You? ( Part 4 )

Desember 08, 2016

Aku masuk, dan mulai memperkenalkan diri, "Hallo namaku Renia, Aku dari indonesia. Salam kenal semua." Aku memberikan senyuman ke seluruh orang yang ada di dalam, tiba-tiba mataku terhenti, melihat lelaki bermata abu-abu itu duduk di urutan pertama di pojok dekat tembok. 'Itukan Reza? Aku satu jurusan sama Reza? Kenapa harus dia lagi?!' batinku.

"Renia, silahkan duduk disana." Lelaki paruh baya ini menunjuk ke arah Reza. Ya, kursi di sebelah Reza kebetulan kosong. Tetapi ada apa denganku?



"Haii, Reza. Aku tidak menyangka kalau ternyata kau di jurusan seni musik."

Ia tertawa kecil, "Karena kau tak pernah bertanya." Ia tersenyum dengan senyuman manis itu lagi, membuat jantungku berdegup lebih cepat, dan entah apa? Terdapat desiran lembut di hati ini. Oh tidak, aku tidak boleh jatuh cinta?! Batinku.

"Selamat datang ya, Renia," bisiknya, terdengar nafasnya yang lembut. Sesekali, aku mencium parfume itu lagi. Membuat aku semakin sering teringat dia.

"Terimakasih, Reza."

Tak lama, pak Dosen itu keluar.

"Apa kau lapar? Ini sudah istirahat. Ayo ke kantin, disana terdapat makanan lezat." Ia menarik tanganku, aku hanya mengekor di belakangnya. Tangannya begitu lembut, membuat pipiku panas, dan jantung ini berdegup tak normal.

Kemudian, Reza terhenti di depan tempat makan. Aroma lezat mulai menggodaku, membuat cacing yang ada di perut berteriak meminta haknya segera dipenuhi. Tanganku kembali di tarik, menuju meja yang ada di dekat kaca bening di sudut ruangan. Tempat makan ini pun terlihat begitu elegan dengan tataan bunga di setiap mejanya, dan mungkin rasanya pun tak kalah elegan.

"Silahkan." Seorang wanita berparas cantik menghampiri dan menyodorkan menu makanan pada kami.

"Kau mau apa?" tanya Reza, tanpa menatapku. Ia asik membolak-balikkan buku menunya, " hotdog, dan cappucino latte. Kau?" Ia menatapku dengan alis yang bertautan.

"Aku, barbaque dan moccacino." Aku menatap wanita itu yang mencatat di buku kecil dengan gesit yang ada di genggamannya.

"Baiklah, tunggu sebentar, ya." wanita itu meringsut dari hadapan kami.

"Jadi kamu itu dari Jakarta juga?" ia menatapku lekat.

"Iya, kamu juga? Di Jakarta bersama siapa?" Aku mencari jawaban dari raut wajahnya. Namun, ia memalingkan wajahnya ke arah ke jendela di sebelah kanannya.

"Aku punya rumah disana, tidak mempunyai siapa pun. Namun, Jakarta adalah tempat dimana aku merasa nyaman sekali." Pandangannya masih sama; menatap ke jendela.

"Silahkan." Wanita berparas cantik itu menyodorkan minuman dan makanan yang kami pesan.

"Terimakasih." Seulas senyum kuberikan kepada wanita itu.

Wanita itu kembali menghilang dari hadapan kami.

"Aku senang bisa berkenalan denganmu," ucap Reza, kemudian menyantap makanannya. Namun, aku membisu, perasaan aneh ini datang lagi.

"Kenapa bengong? Makanlah."

Aku terkesiap, dan mengangguk malu.

***

Aku dan Reza pun kita sudah semakin dekat, karena kami selalu berangkat dan pulang bareng dari kampus, dan mengerjakan tugas bersama, selalu bersama. Aku dan Reza kini hanya bagaikan sahabat yang tak pernah terpisahkan, sekitar 3 tahun berlalu, hingga akhirnya kini aku sudah mencapai acara wisuda.

"Lucy kemana ya? Belum datang juga?" ucapku dengan panik, mata ini menatap liar, menunggu di pelataran kampus, berharap kehadiran sepupuku di acara yang sangat istimewa ini.

"Sabarlah, mungkin sebentar lagi." Reza menenangkanku.

Mataku terhenti, terlihat sosok yang sangat kukenali ternyata Lucy bersama Paman dan Bibi. Tanpa kusadari, aku berlari tanpa melihat ke kanan kiri, bahkan terdapat mobil yang menghampiriku. Tiba-tiba tubuhku seperti terdorong keras dari belakang dan terjatuh ke rerumputan. Aku segera bangkit, dan memastikan apa yang terjadi. Namun, mataku membelalak dan gemetar dahsyat di tubuh ini. Melihat Reza terkapar di jalanan dan dilumuri oleh darah di mana-mana, termasuk bagian kepalanya.

"REZAAA!! Tolongg.. Panggil ambulan, cepatlah. Kumohon!!" Kepala Reza kuletakan di tangan, kugoyah-goyah tubuhnya. Air mata mengalir deras membanjiri pipi ini.


                 

#OneDayOnePost
#TantanganODOP

You Might Also Like

3 komentar

Popular Posts

Instagram