Menangislah, kemudian Bangkitlah!

Desember 19, 2016

Sore ini aku terduduk di balkon, menatap langit awan kelabu yang memakan awan putih. Langit kota Jakarta Utara, kini gelap diselimuti awan kelabu pekat. Tak lama, turun rintikan hujan yang mengalir deras ke permukaan. Membuat para dedaunan dan sanaknya bersorak bahagia.



Aku termangu, langit sore ini seperti tengah mewakili perasaanku yang gundah gulana. Menatap ke ujung hingga batas mata memandang, tak kutemukan awan putih yang berserakan. Kini, sudah habis termakan oleh kelabu.

Tiba-tiba, rintikan air keberkahan itu berhenti. Hanya sebentar? Kenapa secepat itu? Tak lama, terlihat secercah cahaya membentuk pelangi manis pengganti kelabu.

Aku tersenyum. Kau membuatku lebih semangat menghadapi semua masalah ini, terimakasih yaAllah ..

                


#OneDayOnePost

You Might Also Like

2 komentar

  1. Moga jadi ujan yg berkah...skaligus mnntramkan hati bagi yg mnyaksikan alam-Nya pada senja...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaAllah ..

      Makasii ka rohmat😊

      Hapus

Popular Posts

Instagram