Pacaran!!

Desember 27, 2016

1. Latar Belakang Pacaran.

Pada zaman ini, pacaran itu bukan lagi hal yang aneh di dunia. Bahkan orang yang tidak pacaran justru terbilang aneh, nggak gaul, nggak keren, dan lain sebagainya. Yah, zaman kini semakin berkembang. Namun, juga semakin menggila, semakin bertindak laiknya hewan.



Pacaran menjadi salah satu tren masa kini, hingga anak di jenjang SD pun sudah ada yang mencoba pacaran. Tak bisa dipungkiri, saya pun hanya manusia biasa, pun juga mempunyai hati. Yaitu dimana saat saya merasakan suka, bahkan hingga cinta. Itu wajar, karena Allah SWT menciptakan hati ini memang untuk mencintai, mencintai keluarga kita, juga mencintai lawan jenis. Nah, kita hanya salah saat bagaimana menanggapi perasaan tersebut.

 Perasaan tersebut tentu akan selalu menghantui kalian, dan juga bantuan oleh setan. Sehingga, seakan-akan perasaan itu sangat mengebu-gebu membuat kalian harus segera meluapkannya. Jika tidak, maka kalian akan mati di tempat. Yaa, seperti itulah tipu daya setan. Ia nggak akan pernah lelah membuat kita terjemus ke dalam sebuah lubang menyesatkan hingga paling dalam, membuat kita akan masuk neraka bersama mereka, Na'udzubillah..

Pacaran menjadi hal yang wajib, mutlak untuk dilakukan pada wanita maupun pria di zaman ini. Bukan hanya di kalangan remaja namun juga anak yang masih di usia dini. Tetapi mengapa? Mengapa anak usia dini pun bisa seperti itu? Di zaman yang sudah maju, dan serba canggih ini, segalanya itu ada positif dan negatifnya. Yaa, mungkin anak-anak seperti bisa melihat dari gadget, atau bahkan melihat dengan mata kepalanya sendiri.

Seorang anak berusia 2 tahun pun, selalu penasaran dengan apa yang dilihat. Nah, sama halnya dengan anak-anak yang masih di jenjang SD. Mereka mungkin melihat lingkungan sekitarnya, seorang wanita dan pria yang berjalan namun, tak ada hubungan apapun. Dengan begitu, si Anak akan mengalami rasa ingin tahu yang tinggi, bahkan membuat mereka menjadi meniru hal negatif itu.

Oleh karena itu, untuk kalian para orangtua atau calon orangtua. Tinggallah dan bergaullah dengan lingkungan yang baik maka kalian akan menjadi baii, dan sebaliknya.

Oke, saya ingin bertanya kepada kalian semua. Apa manfaat dari pacaran? Kalian pasti akan berpikir keras, saya yakin pasti jawabannya tidak ada. Dalam buku pak Felix Siauw, manfaat dari pacaran adalah positif, positif hamil. Yaa, begitulah. Kenapa? Kita kan pacaran juga nggak macem-macem? Dalam sebuah hadits yang artinya "janganlah kalian mendekati zina." lho? Di hadits itu hanya menyebut zina, bukan pacaran? Yaa, kalian benar. Tetapi pacaran itu pasti ujug-ujugnya zina, kalau kalian pacaran itu tandanya mendekati zina. Pacaran sesehat apapun, pasti akan melakukan perbuatan keji. Saya pacaran nggak pernah ngapa-ngapain kok paling-paling hanya sampai pegangan tangan? Nah, kalau pegangan tangan saja sudah berani. Bagainmana untuk level selanjutnya? Setan itu selalu menggoda manusia tanpa lelah dan letih, ia akan sangat bahagia jika manusia berhasil oleh tipu dayanya.

Pada umumnya pacaran itu tidak ada di dalam islam, pacaran hanyalah budaya barat yang merasuki jiwa muda pada muslim dan bantuan oleh bisikan setan yang tekutuk
Pacaran adalah cara salah seseorang mengelampiaskan rasa cinta, yang melampiaskannya dengan nafsu bukan dengan iman.

Pacaran Dalam Pandangan Islam, Islam memandang lelaki dan wanita itu sama dalam penciptaan dan kemuliaannya, namun berbeda dalam hal fungsi dan penempatannya. Islam memberikan porsi khusus kepada wanita yang tidak diberikan kepada lelaki, sebaliknya Islam juga memberikan porsi khusus kepada lelaki yang tidak diberikan kepada wanita.

Wanita dan lelaki berbeda secara fungsi dan penempatannya, karena itulah aktivitas lelaki dan wanita tidak disamakan, namun terpisah secara asalnya.
Dalam kehidupan Islam sebagaimana yang dapat kita baca dalam sejarah Rasulullah SAW., atau buku-buku yang menggambarkan kehidupan Islam pada masa Rasulullah SAW., aktivitas kaum lelaki dan wanita terpisah, kecuali dalam beberapa aktivitas khusus yang diperbolehkan syariat.

Misalnya, Islam menggariskan bahwa perempuan harus menutup aurat di hadapan lelaki yang bukan mahramnya, memerintahkan perempuan untuk menundukkan pandangan dan menjaga kehormatan dan kemuliaannya di hadapan lelaki.

Tidak Tabarruj! Menurut Ibnu Manzhur dalam Lisânul 'Arab mendefinisikan tabbaruj sebagai wanita yang memamerkan keindahan dan perhiasannya kepada lelaki. Selain itu, tabbaruj adalah segala perbuatan (berpakaian, riasan, atau tingkah) wanita yang menarik perhatian lelaki, baik diniatkan ataupun tidak.

Dalam beberapa pendapat, tidak melakukan tabbaruj, salah satunya adalah tidak melewati kerumunan lelaki dengan bertingkah yang menggoda.
Islampun mewajibkan wanita bepergian dengan mahram, tidak melakukan perbuatan-perbuatan yang mengundang fitnah bagi dirinya, semisal berkhalwat (berdua di suatu tempat dimana tidak ada orang lain) dengan lelaki yang bukan mahram.
Islam pun memberikan batasan bagi Muslim secara umum untuk meminta izin dan memberikan salam sebelum memasuki rumah yang bukan rumahnya. Sehingga wanita di dalam rumah yang tidak menutup aurat bisa mempersiapkan diri sebelum menerima tamu.

Dalam shalat, lelaki diperintahkan oleh Rasulullah SAW. untuk melakukannya secara berjamaah di masjid, tidak diperintahkan bagi wanita walau boleh saja mereka ikut berjamaah di masjid. Saat melakukan shalat berjamaah pun Rasulullah SAW. memisahkan barisan antara lelaki yang ada di depan dengan shaf kaum wanita di belakang.

Namun Islam tidaklah menyusahkan lelaki maupun wanita. Dalam hal-hal yang memang jelas dan perlu, syariat membolehkan interaksi antara lelaki dan wanita. Keduanya diperbolehkan melaksanakan jual beli, belajar-mengajar, ibadah semisal haji dan umrah, berjuhad di jalan Allah, dan lain sebagainya.

Juga diperbolehkan bagi lelaki dan wanita berinteraksi dalam perkara yang diperbolehkan syariat, semisal medis, peradilan, perdagangan, pendidikan, akad kerja, dan segala aktivitas syar'i yang memang menuntut adanya interaksi di antara lelaki dan wanita.

Islam mengharamkan aktivitas interaksi antara lelaki dan wanita yang tidak berkepentingan syar'i, seperti jalan-jalan bersama, bertamasya, nonton bioskop, dan sebagainya. Aktivitas ini adalah pintu menuju kemaksiatan yang lain.

"Lha, bagaimana bila cuma jalan-jalan bersama? Nggak berduaan, kok." Tidak, Ikhwah! Khalwat (berdua di suatu tempat dimana tidak ada orang lain) itu bukan hanya bisa terjadi saat berdua-duaan, walau di tempat umum dan bersama-sama yang lain, tetap saja khalwat bisa terjadi dan itu juga tidak diperkenankan.

Bila berkumpul bersama, hang out bareng, makan bareng, dan segala pertemuan yang tidak perlu saja tidak dibenarkan di dalam Islam, apalagi aktivitas pacaran yang pasti mengarah kepada maksiat? Tentu lebih dilarang.

Banyak pengingat dari Rasulullah SAW. dalam perkara berdua-duaan (khalwat) yang menjadi inti pacaran dan semua hubungan yang sekarang merusak remaja dan pemuda Islam.

Tentang khalwat ini, Rasulullah SAW. menegaskan yang artinya:

"Janganlah salah seorang dari kalian berkhalwat dengan seorang wanita karena sesungguhnya syaitan menjadi orang ketiga diantara mereka berdua."

Wallahu A'lam bisshowab.

Demikian, terimakasih.

#KMO

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Instagram