Rainy Season (2)

Desember 01, 2016

Rintikan hujan sore ini, membuatku memutuskan untuk berdiam di tempat duduk berwarna silver besi. Beberapa busway yang lewat pun tak kuacuhkan, bergeming menatap rintikan hujan. Tempias air yang cukup deras yang merupakan keberkahan ini, berhasil membuat jilbab ungu panjang ini basah dan berkibar bak bendera merah putih.

Puluhan orang yang lalu lalang di depanku, sesekali busway berhenti dan memuntahkan puluhan orang dan tergesa untuk kembali menghindari hujan.



Tetapi tidak untukku, lebih suka terdiam, bergeming disini. Tidak peduli berapa kali busway yang jalurku datang, namun tetap mematung.

Menikmati tempias air yang sesekali membasahi pipi ini, terasa ketenangan yang tidak bisa diucapkan ketika menikmati hujan. Untukku pecinta hujan, tidak akan menghindarinya. Bahkan ingin sekali tenggelam bersamanya, menikmati rintikan air yang menyentuh manja di kulit ini. Merasakan kesegaran yang tidak bisa diucapkan, menghapus beban yang ada di benakku seketika.

Ingin sekali beranjak keluar dari halte saat ini, namun, aku tidak segila itu. Uang bernilai 3.500 itu bagaikan uang yang sangat bernilai jika menetap di tanggal muda seperti ini, aku urung niat itu.

Busway datang, berhasil menarik pandanganku. Kosong, aku pun bangkit dan masuk ke dalam. Percuma jika menetap disitu tidak akan menghasilkan apapun.

Mataku menatap liar, mencari tempat di deket jendela busway. Duduk, memandangi ke sebelah kanan fokus dengan jalanan yang sudah dibasahi oleh tumpahan air dari langit. Keberkahan air itu, menyirami permukaan kota Jakarta. Namun, ada sesuatu yang menggangu pikiranku?! Entah apa itu??



#OneDayOnePost

You Might Also Like

4 komentar

  1. Lanjutkan ya, ceritanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Haha ka na tau aja wkwk, banyak cerita yg terbengkalai disini hoho

      Hapus
  2. Apa ya?

    Kenangan masa lalu terbuka kembali saat hujan.

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram