Cerbung - Who are You? ( Part 2 )

Desember 06, 2016

"Renia.." Suara yang sangat kukenal dari ujung sana.

Mataku menatap liar, dan kemudian terhenti pada sosok lelaki yang sangat kurindukan

"Paman.." Aku berlari menghampiri, dan memeluknya. Sekitar 10 tahun kami tak berjumpa, rindu yang akhirnya kini tertuah.



"Wah, keponakan Paman udah besar ya, dan tumbuh menjadi wanita cantik." Aku bersipu malu, "Udah ayo, Bibi dan sepupumu menunggu di rumah," lanjutnya.

"Ah, iya. Apa kabar, Lucy? Aku hampir lupa kapan terakhir bertemunya." Aku membuka pintu mobil sedan berwarna abu-abu, pamanku adalah pencinta barang-barang antik, dan ia tak pernah tertarik dengan mobil yang terbaru.

"Dia baik, kau bisa lihat sendiri gimana dia sekarang. Kamu bisa bahasa Inggris kan, Re?" Ia bertanya tanpa menatapku, matanya terfokus ke depan.

"Hanya sedikit paman, haha.." Aku tertawa menahan malu.

"Yaudah nggak apa-apa, entar minta ajarin Lucy deh."

"Oke."

Aku memalingkan wajahku ke jendela yang setengah terbuka, embusan angin membelai mesra wajahku. Terlihat gedung-gedung baru yang begitu asing, tentu saja, karena terakhir aku ke New York ketika umur 6 tahun. Sekitar 10 tahun aku tak berkunjung, oh, itu terasa seperti baru kemarin saja. Batinku.

***

"I'm back.." ucap Paman dengan suara lantang. Aku termangu melihat sebuah rumah bercat putih dan biru memiliki tiga lantai, terlihat luas dan mewah.

"Wah... Rumahnya udah sangat berbeda ya...," mataku berbinar-binar menatap sekeliling.

"Welcome, Renia." Aku tersentak melihat sepupuku itu, ia tampak sangat berbeda, dengan tubuh ramping berkulit putih dan matanya yang berwarna biru terlihat ia seperti boneka barbie.

"Lucy.." Kami saling berpelukan, tentu saja kerinduan yang nyaris meluap 10 tahun kami tak berjumpa.

"Selamat datang Renia, sayang." Suara yang begitu kurindukan muncul dari sudut ruangan.

"Bibi.." Aku menghampirinya dan memeluknya.

"Kamu sudah besar sekali ya, sayang." Terdengar begitu aneh bibiku berbicara bahasa indonesia, karena ia adalah orang New York asli, yang bertemu dengan Pamanku orang Indonesia asli, "Haha, sudahlah ayo, bibi sudah siapkan makanan yang lezat untukmu." lanjutnya, dan merangkulku menuju ruang makan.

Aku terpana, melihat di meja makan ada berbagai makanan western di sajikan. Terdapat barbaque, dan sebagian yang belum aku ketahui namanya.

"Wah barbaque bibi yang selama ini aku rindukan.."

"Makanlah yang banyak ya, sayang."

"Selamat makan.." ucap mereka serentak.

Setelah makan malam selesai, Lucy langsung membantuku merapikan barang-barang ke kamar.

"Ayah kamu bagaimana kabarnya, Re?"

"Baik, Luce."

"Syukurlah." Ia tengah merapikan buku dan tiba-tiba berhenti "kamu mau mengambil jurusan apa, Re?"

"Seni musik, Luce. Kamu apa?"

"Aku designer, Re. Yasudah istirahatlah, besok kita akan jogging bersama ya."

Aku mengangguk dan menyibak selimut ke seluruh badanku.

"Good night, Lucy."

"Good night too."

***

"Renia, wake up, girls." Aku membuka mata perlahan, suara memanggilku membuat tidur terganggu. Mataku memicing, siluet matahari dari jendela yang dibuka Lucy menerpa wajahku.

"Jam berapa ini, Luce?"

"Jam setengah 7, ayo cepatlah.." Aku bangkit dan pergi ke kamar mandi dengan berat hati.

***

Pagi ini kota New York cuacanya sangat cerah, semilir angin yang sejuk yang sangat berbeda dengan Jakarta. Aku memejamkan mata menikmati kesejukan saat ini, terduduk di sebuah kursi berwarna siver di depan rumah Lucy.

"Ayo, maaf lama ya, Re."

"Ah, tidak apa-apa Luce, aku sedang menikmati kesejukan disini."

"Baiklah, ayo kita harus jogging." Ia menarik lenganku, akhirnya mengekor di belakangnya.

Kami berdua berlari kecil mengelilingi kota New York, terlihat beberapa gedung pencakar langit disini, tetapi kendaraan saat ini masih sepi, hanya ada orang-orang yang lalu lalang di antara kami.

Tiba-tiba Lucy berhenti melihat dua orang lelaki, lelaki yang berdiri di depanku memiliki rambut pirang berkulit putih, dan bermata toska. Dan beralih memandang ke sebelahnya, ah, dia lelaki yang pernah kulihat. Jantungku berdegup dua kali lebih cepat, ada apa denganku? Setiap kali melihatnya selalu ada desiran lembut di hatiku.

Bagaimana mungkin?

                     
#OneDayOnePost
#tantanganODOP


You Might Also Like

8 komentar

  1. Balasan
    1. Beneran?? Aseeek ada yang penasaran juga wkwk🙈😂

      Hapus
  2. Ipuut.. Bagus iiiih...bikin sy penadaran sekaligus malu blm bisa bikin cerbung sebagus Ipuuuutt...

    BalasHapus
  3. Siapa sebenarnya sosok itu?
    Bikin penasaran ih

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram