Jangan Mengeluh!!

Januari 25, 2017

Bertempatkan di sebuah perusahaan swasta disini terdapat pabrik, tetapi kali ini tak ada lagi bau yang menyeruak ke hidung, dan deru mesin yang memekakkan telinga. Karena, aku berjaga bukan di dalam pabriknya.



Aku terkadang atau nyaris selalu, memerhatikan karakter orang, sifat, di setiap karyawan disini, terutama yang wanita. Aku hanya memerhatikannya dengan diam, dan bisa begitu saja mengerti sikapnya, entahlah apa yang membuatku seperti ini. Yang kuyakini adalah instingku selalu benar.

Seorang wanita bertubuh gempal dan gemuk, ia lulusan IPB jurusan kehutanan. Saat ini, ia bekerja di bagian Marketing, entahlah itu memang sangat tidak berhubungan. Tetapi, jika ia fokus dan niat pasti bisa. Wanita itu selalu bercerita padaku. Ya, aku adalah pendengar yang baik. "Saya kan tinggalnya di Bekasi, Put. Udah mah pulangnya malem mulu, cewe sendirian naik motor malem-malem. Bisa bayangin kan?" Kata wanita sewaktu itu, ia terus mengeluh juga karena pekerjaan yang membuatnya semakin kepalang pusing menderanya. Pekerjaan yang tak sesuai dengan basic. Ia bilang bahwa kenyamanan adalah yang paling penting dari pada sebuah gaji. Aku hanya mengangguk setuju waktu itu.

Beralih ke bagian Koperasi, wanita berparas cantik, anggun, dan berhijab syar'i. Wanita kelahiran Sukabumi ini saat ini telah resign. Sempat bercerita dan tak pernah lost kontak hingga saat ini. Ya, karena ia berbeda. You know what i mean?

Ia bercerita bahwa pekerjaannya itu bener membuatnya di dera kegalauan, merekap segala data yang keluar dan masuk di sebuah koperasi perusahaan ini. Berkutat hanya di depan komputer. Tetapi, ia selalu yakin ada yang terbaik di depan sana.

Beralih ke bagian Operator Produksi. Ya, itu jangan di tanya. Pabrik, you know lah! Tetapi mereka pun ada yang mengeluh. Katanya lelah lah, di suruh-suruh, caci maki, dan lain sebagainya.

Aku hanya mengamati dari berbagai bagian yang di perusahaan ini, terkadang terbesit di hati, bahagianya kerja di sebuah perusahaan. Tetapi, sebenernya banyak orang menginginkan posisi sekarang kita ini. Entahlah, ini dunia, seperti memakan kuaci di lautan kuaci. Menimba air laut, di sebuah laut lebar. Yang tak tahu kapan habisnya.

Hidup ini bukan untuk mengeluh. Tetapi, hidup ini untuk kita jalani dengan penuh rasa syukur dengan apa yang sudah kita miliki. Bahagia tak selalu tentang harga, mau pun cinta. Bahagia bisa tentang apa pun, bagaimana kita menciptakan sebuah kebahagiaan itu segala aktifitas kita.

Jangan pernah merasa paling menderita di dunia ini, jika ujian itu terasa sulit itu berarti akan menaiki derajat kita. Juga menjadikan kita menjadi lebih dewasa, setiap kejadian pasti ada hikmahnya tersendiri.

Demikian, jangan lupa bahagia!


#OneDayOnePost

You Might Also Like

2 komentar

  1. Benner bangeeet....terkadang apaa yg kita keluhkan, banyak orang yg ingin diposisi kita..
    Inspiratif nih put...thanks..

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram