Sawah Baru ( Urban Legend )

Januari 11, 2017

Pada sore itu, aku hanya bisa menatap prihatin kepada segerombolan bapak bapak yang sudah tua renta dan berumuran parah baya, mereka mengabiskan waktunya hanya untuk berfoya-foya di warung kecil itu.

Mereka sama sekali tak memedulikan keluarganya yang kelaparan, dan butuh uang. Mereka hanya berpikiran bahwa yang dilakukannya bisa membuat uangnya semakin berlipat ganda dan banyak, tanpa pikir masa kekalahannya.



Mereka sibuk meminum-minuman keji itu, bermain permainan yang tak pernah ada manfaatnya; berjudi sepanjang hari. Yang mereka lakukan hanyalah kesenangan semata.

Aku tak bisa melakukan apapun. Kecuali menatap prihatin mereka, yang selalu saja mengundi nasib dengan sebuah kertas kecil tak berguna. Ditemani air memabukkan, perusak pikiran.

Tak jarang juga, terjadi pembantaian antara gang sebelah dan yang lainnya, mereka saling berusaha menjadi kuat. Demi sebuah kekuasaan dan kehebatan, mereka rela melakukan apapun. Merusak semua yang ada dihadapannya, tanpa berpikir panjang.

Tak pernah terpikir untukku, bagaimana nasib generasi selanjutnya? Jika kawasan ini terus seperti ini? Tak pernah ada seperti aroma ketenangan di sekitar sini, hanya ada sebuah aroma mengerikan yang merusak nyaris semua sudut kawasan ini.

Aku hanya bisa diam, tak dapat berbuat apa pun. Hingga akhirnya mobil berbadan besar menghantam aku dan sanak keluarga yang lainnya, dan tak ada pun yang tersisa dari kami. Yang berusaha menyejukkan suasana yang selalu panas akan kelakuan warga sekitar. Tetapi, mobil itu malah menindas kami hingga hilang tak tersisa.

Kami tak tahu bagaimana nasib generasi selanjutnya, karena kami telah hilang digantikan oleh sebuah padatnya bangunan kota.

Sawah Baru, mereka selalu menyebutku baru, padahal aku ditindas begitu saja. Itu adalah kota dimana aku merasa tersiksa dengan kelakuan para warga itu!


#OneDayOnePost

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Instagram