Faded!! (Part 2)

Februari 17, 2017

Sesampai di rumah Paman yang tidak jauh dari pantai Kuta, mata ini tak kunjung terpejam. Malam sudah sangat larut, tetapi aku belum bisa tertidur. Masih terbayang, dan terus menghantui pikiranku. Siapa lagi yang tadi berbicara seperti itu? Kenapa bisa tiba-tiba menghilang? Setelah membuat hatiku berdegup tak keruan. Siapa lelaki itu?

Akhirnya, aku lelah. 'Aku berjanji akan kembali lagi esok hari' batinku. Dan berusaha memejamkan mata untuk ke sekian kalinya. Dan tertidur pulas.



***
Ini adalah kunjungan keduaku setelah bertahun-tahun tak datang kesini sejak aku kecil. Bukan karena tak ada destinasi lain. Tetapi, aku berharap lelaki bermata abu-abu menghangatkan itu datang kembali. Menunggu seseorang di senja ini.


Angin menyambutku dengan begitu manja, menerbangkan ujung rambutku. Gemerisik dedaunan dan kicauan burung terlihat begitu ceria. Pandanganku menatap lurus tak acuh pada rambut yang terurai tak keruan. Tak sadar, bulir hangat menetes lembut ke pipiku. Entah apa. Sesuatu begitu terasa menyayat hati. Akhirnya, aku terisak. Menangis tergugu, entah apa yang ditangisi. Menutup wajah dengan kedua telapak tanganku.

Tiba-tiba, ada kehangatan yang merambat ke seluruh tubuhku. Apa yang terjadi? aku membuka mata ini. Seseorang merengkuhku, lelaki itu! Ya, ini lelaki itu! Aku melepaskan rengkuhannya.

"Siapa kamu? Katakan siapa kamu!" Tatapanku ke wajahnya tak sedikit pun terlewatkan. Berharap ada sesuatu yang menjelaskan siapa dia.

Wajahnya tenang seperti biasanya. "Tidak penting siapa aku. Sekarang mulailah menerima segalanya. Dan jangan pernah berusaha melupakan karena itu hanya membuatmu terus sakit," ucapnya tanpa menoleh ke arahku sedikit pun. Aku tercenung. Kenapa dia seperti begitu mengetahui segala yang aku rasakan! Siapa lelaki ini sebenarnya? Mataku terus menatapnya. Jangan sampai ia menghilang seperti yang kemarin terjadi.

"Hei! Berhenti urusi hidupku, kamu tahu apa tentangku?!" ketusku, dan tak kuasa menahan tangis. Akhirnya bulir hangat mengalir kembali. Kepalaku menengadah ke atas, menahan agar bulir itu tak mengalir deras. Kemudian, segera mengusap pipi yang basah akan bulir yang terlanjur mengalir sejak tadi.

"Dengan menerimanya maka kamu akan dengan mudah melupakannya, karena telah menerima dan ikhlas dengan segalanya. Sebuah keikhlasaan dan kesabaran pasti akan berbuah manis suatu saat nanti, percayalah!" Suara lelaki itu begitu lembut berhembus bersama angin, perkataannya selalu membuat aku terpukau oleh setiap ucapannya yang keluar dari bibir kecilnya itu.

Aku mengangguk setuju. "Lalu, sekarang jelaskan. Siapa kamu sebenarnya! Kenapa kamu selalu tahu segala yang tengah merundung..., Ku...." Hening, ketika menoleh ke sebelah, hanya embusan angin dan kicauan burung yang terdengar. Lenggang. Lagi, lagi seperti ini! Menyebalkan! Aku hanya lengah sedikit saja.

Aku pun lunglai, murung. Siapa lelaki itu? Apakah dia seorang malaikat? Menenangkanku namun hanya untuk sesaat.

Did you feel us?
Another star
You fade away
Afraid our aim is out of sight
Wanna see us
Alight
Where are you now?
Under the bright
But faded lights
You set my heart on fire

You Might Also Like

8 komentar

  1. Widiiiuuuwww kayak goblin aja puuut heheheh .... keren2 lanjuuut

    BalasHapus
  2. Tulisan Putri makin kece aja. Jauh dibanding tulisan-tulisan awal di ODOP yang pernah saya baca dulu.

    Teruslah menulis Iput :)

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram