Flashback

Mei 05, 2017






Di dalam ruangan yang bertembok serba putih. Aku terduduk di salah satu deretan bangku besi yang berada di depan ruangan Poli Umum.



Semenit, sejam pun berlalu. Aku jenuh menunggunya. Suara riuh ibu dan anak anak samar terdengar di telingaku. Dan teriakan para petugas untuk memanggil nama pasien selanjutnya.

Saat wanita paruh baya mengenakan pakaian batik, dan bercelana jeans itu muncul di ambang pintu siap siap memanggil nama selanjutnya. Aku selalu berharap namaku yang akan disebut. Namun, nihil.

Mereka terus memanggil nama orang-orang yang ada di sekitaranku. Di depan dan di samping bangku yang kududuki sudah berkali-kali berganti orang.

'Menyebalkan! Mengapa lama sekali! Apa dokter itu tidak tahu betapa lelahnya menunggu.' batinku.

Mataku menatap liar, bangku besi yang berada di belakangku sudah nyaris penuhi orang-orang. Mulai yang lelaki paruh baya, wanita lanjut usia, dan ibu-ibu yang membawa anaknya. Mereka begitu menikmati rasanya menunggu, di bagian atas tembok memang terdapat televisi yang menjadi perhatian sebagian besar orang-orang.

Televisi itu tersetel saluran indosiar yang memainkan film india. 'Aku tidak suka itu. Sangat menyebalkan!'

Kalau bukan karena surat untuk persyaratan masuk kuliah, tidak akan aku mau menunggu lama seperti ini.

Aku pun lelah, bergeming. Pikiran melayang. Teringat masa lalu di saat kita yang selalu saling menunggu. Kata-kata yang ucapkan membuat hati ini tersayat, dan perasaan bersalah yang masih terasa hingga saat ini.
"Apa kamu pikir aku tidak lelah menunggumu? Menunggu adalah hal yang paling membosankan. Lalu, apa aku akan berhenti mengharapkanmu? Tidak! Aku hanya mengikhlaskanmu, sampai akhirnya takdir menyatukan kita."

Ucapannya tersimpan rapi dalam ingatanku. Saat itu, aku masih sangat lugu, tidak mengerti apa pun. Entahlah, aku hanya rindu dengan segala sikapmu padaku. Apa kabar denganmu? Mungkinkah perasaanmu itu bisa pupus termakan waktu?

"Heryanty Meilany Putri," ujar wanita paruh baya itu, membuyarkan lamunanku, "Iya." Aku bergegas bangkit, dan menyelesaikan.

Kemudian kembali dengan mobil angkot. Dan bertekad untuk tidak ingin lagi mengingat-ingat hal menyakitkan itu. Hanya fokus dengan apa yang harus aku perjuangkan di masa depan.


#ODOP

You Might Also Like

6 komentar

  1. Mendadak teringat sesuatu. Wkwkw. Yang jelas aku mendadak baper put

    BalasHapus
  2. Rindu...jika tak bertemu ingin segera bertemu..
    Jika bertemu rindu semakin menggebu

    BalasHapus
  3. Cie iput cie... Jangan menunggu dan membuat orang menunggu. Menunggu itu beteeeee.. Heuheu

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram