Imajinasi

Mei 18, 2017






Matahari baru saja akan tenggelam, kitaran daerah Pegangsaan yang sudah tidak asing oleh kemacetan. Aku berdiri di atas trotoar, menatap lurus dengan pandangan kosong. Deru kendaraan dan bunyi klakson yang amat sangat memekakkan telinga, sudah bukan hal asing lagi bagiku.

Aku tetap bergeming, tidak memedulikan riuh keadaan perempatan yang sangat rawan akan kemacetan. Ya, aku seperti tenggelam dalam pikiran sendiri.

Entah apa. Letih, hantaman arus derasnya pengaruh masalah yang kian merundung. Membuatku kadang ingin melangkah maju ke arah jalanan, sehingga dapat terlelap dan hilang. Putus sudah perananku di bumi yang teramat mengalutkan ini.

'Astaghfirullah.' Bibir kecil ini terus beristigfar agar setan tidak bisa menguasai jiwa dengan bisikan mematikannya itu.

Kembali berimajinasi, bahwa di depanku saat ini. Bukanlah kendaraan yang tengah bertengkar akan ketidaksabarannya ingin selalu maju lebih cepat. Tidak ada klakson memekakkan telinga lagi. Namun, yang ada hanyalah sebuah angin yang memesonaku membelai wajah dan kulit ini dengan menggelitik. Menerbangkan ujung jilbabku menari mengikuti ritme angin yang menentramkan, lambaian pepohonan kelapa yang genit merayu bercanda bersama. Dan sentuhan ombak yang membuat siapa pun bahagia. Hilang, semua penat dan lara yang mengarungi.

'Astaghfirullah.' Sembari menggelengkan kepala. Bukankah jika aku seperti ini namanya tidak bersyukur? YaAllah maafkan aku ...

"Katakanlah (Muhammad),"Siapakah yang dapat menyelamatkan kamu dari bencana di darat dan di laut, ketika kamu berdoa kepada-Nya dengan rendah hati dan suara yang lembut?" (Dengan mengatakan),"sekiranya Dia menyelamatkan kami dari (bencana) ini, tentulah kami menjadi orang-orang yang bersyukur."(Q.S Al-An'am : 63)

Allah lah yang telah melindungiku dari marabahaya, tetapi mengapa aku malah ingin mengabisi nyawa ini dalam sekejap hanya karena masalah yang merundung? Tidak, aku tidak boleh kufur akan nikmat-Nya. 'Astaghfirullah, maafkan aku yaAllah ..' 

"Dari Mu'az bin jabal Ra. Bahwa Rasulullah Saw.menggadeng tangannya dan berkata,"Wahai Mu'az, demi Allah, aku mencintaimu, aku wasiatkan kepadamu wahai Mu'az, janganlah engkau tinggalkan setiap selesai salat untuk berdoa,'ya Allah, bantulah aku untuk berdzikir dan bersyukur kepada-Mu serta beribadah kepada-Mu dengan baik'." (HR. Abu Dawud dan An-Nasa'i)

You Might Also Like

5 komentar

  1. Tetap bersyukur dan selalu waspada dimanapun berada. Selalu hati-hati yaa,Put

    BalasHapus
  2. Tetap bersyukur dan selalu waspada dimanapun berada. Selalu hati-hati yaa,Put

    BalasHapus
  3. Ikut jadi kang parkir ya di pegangsaan??

    BalasHapus
  4. Selalu ingat bahwa Allah selalu ada buat kita.

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram