Menulislah!

Mei 27, 2017





Terlahir menjadi seorang Penulis? Bahkan saat saya masih SMA pun tak terbesit atau terbayang ingin menjadi seorang Penulis. Kenapa? Orang baca saja kalau buku yang best seller. Selain itu, tulisan selalu tandas oleh rasa ngantuk. Nulis? Nulis pengalaman cerita setelah liburan waktu pelajaran bahasa indonesia itu rasanya sulit bukan main.


Jadi apa yang membuat saya banting setir dengan kebiasaan menulis ini?
Waktu dahulu kelas 3 MA, saya tengah membaca novel "Tahajjud Cinta di Kota New York" (kalau nggak salah). Tanpa sadar seorang ibu Guru menghampiri saya. Ucapan beliau yang selalu terpatri dalam hati untuk menjadi pacuan untuk selalu berjuang. Ya, semacam pertanyaan sakti begitulah. Saat itu beliau menatap novel yang tengah saya baca,"Baca hasil karya orang terus, kapan kamu menghasilkan karya sendiri?" Jleb.

Saat itu, saya hanya diam seketika. Dan hanya menjawab dengan seulas senyum. Suatu saat nanti, saya akan datang dengan membaca buku hasil karya saya kehadapannya dengan wajah sumringah, InsyaAllah.

Sejujurnya, dalam waktu dekat ini belum ada niatan untuk melahirkan buku. Karena saya masih harus banyak belajar, lagi, dan lagi. Saat ini yang selalu membuat saya termotivasi untuk selalu menulis yaitu,"Menulislah yang ketika di akhirat kelak kita akan tersenyum melihatnya." Ya, aku ingin menulis yang selalu mengingatkanku akan-Nya.


Harapan terbesar saya tidak harus menjadi penulis best seller. Tetapi, harapan terbesar adalah ketika saya bisa menulis yang bermanfaat untuk diri sendiri dan juga orang lain. Karena tidak harus menjadi "Ternama" dulu, jika ingin menyampaikan "Sesuatu". 


Aku ingin membuat sebuah buku yang membacanya akan semakin dekat pada-Nya, bukan malah semakin menjauh dari-Nya.

Bahkan, saya ingin kalau tulisan disukai banyak orang (Aamiin), namun tidak perlu mengetahui siapa saya. Sejatinya, yang saya cari bukanlah popularitas. Tetapi, ingin menulis sesuatu yang menggugah juga bermanfaat bagi banyak orang.

Semoga suatu saat nanti, saya bisa menulis buku. Lalu, kelak di akhirat saya bisa tersenyum melihatnya. Karena banyak orang yang membacanya, dan membuat mereka selalu mengingat-Nya.

Aamiin.


You Might Also Like

6 komentar

Popular Posts

Instagram