Pengharapan yang Salah!

Mei 22, 2017




Sakit? Tentu saja sakit. Amat sakit.

Kulit ini nyeri tersayat duri yang menantap hingga dalam.

Biarlah. Mungkin memang takdir tak akan menyatukan kita. Menyatukan yang sejatinya memang harus terpisah.

Kamu bersamanya. Mungkin kamu bahagia. Kalau pun kamu tak bahagia. Kamu bisa apa? Tak bisa apa pun.

Bahwa, sekeras apapun kerja keras manusia, akan kalah pada takdir yang akan teguh untuk menetapkan.

Ketika keinginan namun tak sesuai takdir. Menyakitkan? Amat menyakitkan.

Lalu kita bisa apa? Tak bisa apapun. 

Ya, mungkin suatu saat nanti. Akan ada yang datang mengobati luka yang pernah tersayat itu. Dan takkan pernah mudah menyayatku sekali pun durinya itu membahayakan bagiku.

Dia akan berusaha menjagaku. Apa kau tak mengerti? Biarlah. Lupakanlah. Abaikan saja.

Aku hanya ingin mengungkapkan. Yang sejatinya tak ingin banyak orang yang mengerti apa yang kurasakan. 

Belajarlah untuk jangan pernah menunggu sesuatu yang tak pasti.
Tahu kapan kunjung datangnya.
Belajarlah untuk berharap hanya pada kepastian, yaitu pada-Nya.

Belajarlah untuk mengikhlaskan, bukan melupakan.
Karena sejatinya sesuatu itu bukan untuk dilupakan tetapi diikhlaskan menerima akan segala ketentuan-Nya.

" Tidakkah engkau tahu bahwa Allah mengetahui apa yang di langit dan bumi? Sungguh, yang demikian itu sudah terdapat dalam sebuah Kitab (Lauh Mahfuz). Sesungguhnya yang demikian itu sangat mudah bagi Allah." (QS Al Hajj:70)


Karena Dia lah yang menentukan segala yang terjadi di muka bumi ini. Dia memberikan sesuatu yang kita butuhkan bukan yang kita inginkan. So, Allah kuasa mengetahui apa yang di Langit dan Bumi.

"Dari Abdullah bin Amr bin Al-As, dia berkata, "Saya pernah mendengar Rasulullah Saw. Bersada, 'Allah telah menentukan takdir bagi semua makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Allah menciptakan langit dan bumi'. Rasulullah menambahkan,'Dan Arsy Allah itu berada di atas air'." (HR Muslim)

You Might Also Like

2 komentar

Popular Posts

Instagram