Bahagia

Juni 11, 2017





Pukul menunjukkan usai dini hari, mata ini masih belum saja terpejam. Padahal badan dan otak yang meminta haknya untuk istirahat, aku tak mengacuhkannya. 
***
Teringat kejadian tadi sore, entahlah. 200 pcs sebuah takjil yang terdiri dari roti, botol larutan, kurma. Itu bukanlah sedikit dan bukan juga jumlah yang banyak. Dari mulai packing dari siang hari, ngantuk, lelah. Entah, ada feel yang sulit untuk dijabarkan oleh kata-kata. Ditanya lelah, bukan main. Tetapi seakan lelah itu sirna karena bisa berbagi kepada sesama. Dan itu langsung face to face ke orangnya. Lazis, itu juga lembaga sama yang berbagi kebaikan. Tetapi, yang memberikannya bukan saya. So, it's especially.

Mulai dari orang yang tua renta, pemuda yang tengah bermain musik, tidak peduli mereka berpuasa atau tidak. Ya, intinya kita ikhlas berbagi. Sampai yang terperangah, ketika memberi anak kecil, datang segerombalan anak kecil lainnya. Bak semut yang melihat gula. Itu memiliki kebahagian tersendiri.

Ya, kita disitulah pelajarannya.

Sejatinya, kebahagiaan itu bukan yang memiliki harta melimpah, bukan yang memiliki segalanya. Tetapi ketika kita bisa membuat orang tersenyum bahagia karena kita. Itulah bahagia yang sesungguhnya :)

You Might Also Like

2 komentar

Popular Posts

Instagram