Bangkitlah!

Juni 09, 2017

Ramadan bulan yang penuh berkah ini bukankah harusnya selalu produktif?

Ya, di bulan yang penuh berkah ini dianjurkan agar selalu berproduktif. Tetapi, apa yang aku lakukan?

Teringat sebuah kata-kata ::
"Seorang penulis harus bisa berbisnis, dan seorang pembisnis harus bisa menulis."

Apa kalian tahu? Entah ada apa gerangan yang membuat aku seperti tengah ketagihan mengarungi dunia bisnis. Tetapi, menurut kata-kata itu mengatakan seharusnya aku juga harus selalu menulis, selalu menghasilkan. Begitu, bukan?

Entahlah, saat ini aku justru fokus di dunia bisnis, malah menulisku yang terbengkalai. Kenapa? Aku pun tahu jawabannya.

Mari kita coba klarifikasi.

Pada bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, full. Aku fokus memikirkan target bagaimana bisa mendapatkan hasil maksimal dari usahaku mencari donasi untuk yang membutuhkan. 

Satu sisi, aku juga tengah mengejar target. Awalnya, berharap dalam bulan Ramadhan ini harus khatam 3 kali. Ya, saat ini. Minimal khatam sekali saja. Ini cukup miris bagiku.

Yang awalnya bertujuan ingin mengkhatami 3 kali hanya sanggup 1 kali saja. Lalu? Apa bedanya bulan Ramadhan dengan bulan lainnya, Put? Tidak ada bedanya! Miris, astaghfirullah.

Satu sisi, aku berpikir. Apa aku telah salah? Terlalu berpikir keras mengejar dunia? Yang seharusnya memanfaatkan dengan baik Ramadhan ini. Sedetik pun. Ya, bukan tiga hari, dua hari, satu hari, sejam. Tetapi, sedetik pun. Seharusnya tidak boleh aku lengah. 'Apa yang merasukimu, Put?!'

Sehingga segala pikiran aneh terbesit, "Apakah aku harus berhenti berbisnis, dan kembali dengan kebiasaan lama, juga fokus kepada yang prioritas?" Entahlah. 

Klarifikasi gagal.

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Instagram