Hari Bahagiamu

Juni 30, 2017

Selamat!

Ketika melihat sebuah untaian kata yang tersusun panjang menjadi kalimat yang tertata rapi. Namamu, didampingan dengan wanita yang sudah di tetapkan-Nya menemanimu.

Ketika grup whatsapp, menjadi semakin riuh. Dengan, ucapan selamat. Sebuah tak kepercayaan banyak terlihat dari kata yang mereka luncuran ke papan keyboard dan meluncur ke grup. Riuh. Aku terdiam, menyaksikannya. 

Aku tak ingin mengucapkan selamat saat itu. Entah mengapa. Sejak awal ketika kau bilang awal syawal akan berlangsung ikatan itu, aku sesegera mungkin memberi selamat padamu. So, untukku tak ada lagi yang perlu kuucapkan saat ini.

"Kamu mau nitip doa apa? Nanti saya doain waktu ijab qobul." Ucapan terakhirmu. Entahlah, saat ini aku terlalu tak kuasa. Buatku, lebih baik menghindar sejauh mungkin. Karena, aku tahu. Aku hanyalah manusia biasa, terkadang sulit mengendalikan hati.

Saat ini, aku hanya tersenyum. Menyaksikanmu yang tengah berbahagia. Menanti sebuah keadaan itu. Aku hanya tersenyum, aku bahagia karena akhirnya kau bisa segera melangsungkan keinginanmu itu. Ya, tak ada kata yang ingin lagi kuucapkan padamu. Namun, aku harus hadir saat itu. Entahlah itu bagaimana nanti.


You Might Also Like

2 komentar

Popular Posts

Instagram