Malaikat Berbentuk Manusia

Juni 20, 2017



Dalam keadaan siang, yang terik matahari menyinari. Lelah, haus, menjadi satu. Sesekali terlantun lafadz terus menyebut-Nya. Ya, aku harus tetap berprasangka baik pada-Nya. Jangan mengeluh, teruslah meminta pada-Nya.


Tiba-tiba saja, seorang lelaki berperawakan tinggi berkulit putih pucat menghampiri,”Mba, saya mau sedekah dong.”
“Silahkan, Mas.” Aku memberikan seulas senyuman dan segera menjelaskannya. Ketika hendak menulis kwitansi, “Atas nama siapa, Mas?” Tanganku terhenti dan menatapnya menunggu jawaban.
“Hamba Allah aja, Mba.” Aku kembali melanjutkan menulis,”Sedekah berapa, Mas?”
“Satu, Mba.” Aku menghentikan pulpen, kembali menatapnya dengan alis terangkat,”Satu apa, Mas?”
“Satu juta, Mba.” Jleb. Aku terpukau. Dan berusaha tetap professional, kembali menulis walau dengan sedikit gemetar—tak percaya. Satu sisi aku malu, belum tentu aku bisa seperti itu. Lelaki ini sungguh luar biasa, membuatku seakan terkena tamparan keras.
“Semoga berkah dan bermanfaat …” Ia mengangguk dan bergegas pergi meninggalkan amplop putih yang cukup tebal berisi dengan jumlah 1 juta. Aku tercengang,`Ada apa dengannya?`
Tanganku bergetar, menggenggam amplop putih.
YaAllah…
Inilah sebuah kebahagiaan yang tak pernah bisa kujelaskan oleh kata-kata. Memang, saat ini aku hanyalah perantara. Tetapi, aku bahagia. Dengan sedekah lelaki tadi melaluiku, bisa membantu banyak orang. Terutama membuat mereka tersenyum bahagia. Walaupun aku belum bisa seperti lelaki itu, setidaknya aku bahagia memjadi perantara kebahagiaan ini.



You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Instagram