You are My Happiness

Juni 29, 2017

Hai Minna-san!:) lebaran ini pasti pada mudik ya? Selamat~

H+2 Lebaran, aku baru saja bisa terduduk di sebuah rumah kesayangan. Selama kira-kira tiga hari lamanya tidak menetap, pukul jam 8 pagi. Sesampai di Rumah kesayangan, yang ukuran memang tidak seluas Rumah Mbah. Tapi, disitulah kenyamanan berada.


Aku langsung berbaring, sekadar merenggangkan otot-otot karena tiga hari terakhir yang kurang tidur, istiharat. Mamah tiba-tiba bicara,”Put, ke Ragunan mau nggak?” Sontak  aku bergeleng kepala dengan kuat, kaget. Jelas lah, baru saja sampai. Dan ingin bermanja ria, tiba-tiba otot di suruh kembali bekerja.

“Kasian Ade-adenya, Sayang. Buat nyenengin mereka aja. Setahun kali, Put.”
Aku yang tadinya tidak acuh, dan akhirnya hanyut oleh rayuan Mamah. Aku mengangguk. Mengalah. Dengan berat hati aku kembali bersiap untuk pergi lagi. Ikhlas, Put. Ikhlas! Aku tahu Karena di Ragunan pasti bakalan menjadi lautan Manusia, maka harus menyiapkan mental dari sekarang.

***

Dan, akhirnya berangkat. Dengan dua keluarga tetangga Mamah. Yang tentu makin ramai bocah-bocah yang buatku semakin penat. Sabar, Put. Sabar, enjoy your life! Ya, aku memutuskan untuk menikmati ini. Jika tidak, akan menjadi penyakit. Haha.
Kami bak rombongan bodrek yang siap tempur melawan musuh di depan sana. Dengan menggunakan fasilitas Jakarta yaitu, Transjakarta. Hingga, sampai di Ragunan. Aku yakin ini adalah perdana setelah sekian lama tidak berkunjung. Mungkin, ketika di bangku SD kelas tiga terakhir. Yaps, Enjoy! Padahal kepala ini mulai terasa ada dentuman yang keras menghantam. Melihat lautan manusia. Oke, fix. Ini para Binatang yang melihat Manusia, bukan Manusia yang melihat para Binatang.

Taked by Mei Purple

Awan siang ini terlihat begitu cerah. berlawanan dengan suasana hatiku, yang masih tersisa rasa lelah, bete. Yang menjadi satu.

***






Baru saja, selesai mengantri tiket masuk. Anak ini sudah minta narsis. Dia adalah adik pertamaku. Abu, namanya. sekitar umur 12 tahun. Yang duduk di bangku kelas 4 SD. Anak ini selalu saja menjadi rival yang selalu menguji kesabaran. seperti itulah dia.


Aku terus saja, melafadzkan istigfar. Agar selalu mengingat-Nya, bisa mengendalikan emosi. Di bawah terik matahari menyirami, di tengah lautan manusia yang riuhnya melebihi klakson kendaraan di Jalan Raya. Ridwan, itu nama adik terakhirku. Ia berumur sekitar 3 tahun jalan. Aku berusaha memperhatikannya, dengan begitu penat ini sedikit menghilang. Tingkah lakunya yang selalu saja menggemaskan, juga raut wajahnya yang memancarkan ketenangan pada yang memandangnya. Ya, setidaknya aku bisa membuat mereka tersenyum dengan cara sederhana ini.



Anak itu terlihat bebas, melangkah kemana saja. Dan sebaliknya dariku, bahagia melihat keramaian yang ada. Dan, tugasku lah.untuk terus mengekorinya dari belakang.~ So, just enjoy! Yap, untuk saat ini hanya itu yang bisa kulakukan.


"What are you doing, boy?" Saat itu, aku hanya tersenyum melihat tingkah lakunya itu. So, itulah dunia anak kecil. Ya, terkadang aku ingin kembali ke masa kecil. Sungguh tidak banyak yang menjadi beban pikirannya. Yang mereka tahu, bagaimana aku bisa terus tertawa dengan apa yang ingin aku lakukan. Kembali kukeluarkan ponsel pintarku. karena menurutku, ini adalah momen yang harus di abadikan, 




 Ini dia! Pose favoritku. Sepertinya ia telah terhanyut dengan pemandangan dihadapannya itu. Mungkin, ini awal kunjungannya ke tempat ini. Setelah menetap di rahim Mamah 8 bulan, lalu hanya selalu melihat riuhnya kendaraan saja. Good Boy!:)






Jangan tanya,"Kamunya mana, Put?" Oke. Karena nanti aku akan jawab, "Kan yang pengambil photo memang begitu nasibnya!" Hihi, sebagai kamuflase yang akut. Gaya mereka ada yang aneh, ada yang bergaya seakan-akan tengah menjadi Naruto, Haha. Yap, Aku berhasil menikmatinya! Karena segala sesuatu itu memang telah Dia rancang dengan sangat luar biasa, dan di luar logika kita.




Yosh! ini photo sebagai penutup. Inilah para Jagoan-jagoan dan bidadariku. Mulai dari kiri, Aliffah, namanya. sekitar umur 6 tahun. Wanita yang lahir setelahku, walau pun banyak sanak saudara Mamah bilang,"Anaknya si Siar, yang cowok malah yang ganteng-ganteng." Itulah kata mereka. It`s oke! Karena kecantikan yang sesungguhnya terletak pada hati kita. *asek. Sebelahnya, Abu. Sebelahnya lagi, Ibrahim, namanya. sekitar umur 8 tahun. Sebelah lagi, Ridwan. Si sulung. Jadi anak yang sholeh dan sholehah ya sayang:) Ya, kebahagiaanku adalah ketika bisa membuat kalian dan Ratu dan Raja bahagia di Dunia maupun di Akhirat, Aamiin:)



The End. Stories of Lebaran~






















You Might Also Like

2 komentar

Popular Posts

Instagram