Impossible!

Juli 05, 2017




"Serahkan saja semuanya padaku! Aku janji besok akan selesai, pada tepat waktu." Johny menyerigai, dan tersenyum mantap dengan perkataannya tersebut.

"Apa aku bisa memegang janjimu?" Seorang lelaki yang cukup tua renta mengenakan jas hitam legam, menatap Johny dengan lamat. Kemudian menegakkan gelasnya yang berisikan bir berwarna merah.

"Tentu. Kau tenang saja! Maaf, aku tak bisa lama. Ada sesuatu yang harus kukerjakan lagi." Mereka berjabat tangan. Dan Johny pergi melangkahkan kaki keluar dari sebuah cafe yang bergaya sederhana dan memiliki ciri khas Belanda.

Ia masuk ke dalam mobil berwarna coklat gaya Belanda kuno. Berjalan dengan penuh kecepatan, menyusuri jalan Las Vegas.
***
Ia menyeringai. Menatap sebuah monitor yang berada di hadapannya dengan mantap,"Aku berhasil menyelesaikannya, sebelum Deadline!" Ia bergegas membereskan kertas kertas yang berserakan di meja, menjadikannya satu tumpukan. Di selipkannya ke dalam sebuah folder, dan segera pergi.

"Sayang! Sarapanlah terlebih dahulu." Seorang wanita dengan paras cantik berteriak, di sudut ruangan.

"Aku buru-buru, sayang. Aku akan makan di luar nanti. Bye!" Setelah mengenakan sepatunya berwarna hitam dengan benar, ia bergegas masuk ke dalam mobil coklatnya. Dan menarik gas, sehingga berjalan dengan sempurna.

Mobil ini terparkir di depan apartemen berlantai 12. Bruk! Terdengar sesuatu menabrak mobilnya, membuat kepalanya terasa keram. Ia menggelengkan kepala dan segera pergi ke lantai 8 tujuannya. Tak peduli akan sekitarnya. Ia berlari kecil akan sampai tujuan lebih cepat. Karena project ini memang sangat diharapkannya.

Pintu 526. Sempurna! Tangannya mulai mengetuk,"Permisi..." Tak ada jawaban. Ia mulai memasuki dan melihat lelaki yang cukup tua renta itu tengah terduduk di meja kerjanya.

"Ini dia! Aku menyelesaikannya tepat waktu bukan." Nihil, lelaki tua itu seperti masih tak menyadari kedatangannya,"Tuan!" Tiba-tiba ponsel lelaki tua itu berdering.

Johny masih dengan posenya yang siap menerkam mangsanya. Berdiri tegap di hadapan lelaki tua itu, menunggunya hingga selesai menggenggam ponselnya. "Apa?!" Lelaki tua itu tiba-tiba bangkit. Panik. Melirik ke jendela sebelah meja kerjanya. Dan, mengambil jas berwarna hitam itu segera pergi meninggalkanku. Hey! Apa apaan ini.!

Suara ambulance terdengar. Sontak, aku berlari melihat ke arah jendela yang berada di sebelah meja lelaki tua itu. Matanya membelalak. Ada kecelakaan di sekitar mobilku?!

Johny berlari secepat mungkin. Untuk memastikan semoga mobil kesayangannya baik-baik saja. Setelah sampai di depan mobilnya. Ia gemetar. Tangannya dingin, matanya membelalak tak percaya. Jantung seakan berhenti. Kakinya melangkah perlahan. Gemetar dahsyat pada kakinya seakan tak sanggup berperan. Siapa yang ada di dalam mobilnya? Tidak, tidak mungkin!

Johny tersungkur, di depan mobil kesayangannya. Terlihat jasadnya yang teronggok lemas di dalam mobil, dilumuri darah di wajahnya,"Tidak mungkin! Tidak....!"

You Might Also Like

7 komentar

  1. wiwww.. tulisannya panjang.. keren dehh gadis ini..

    BalasHapus
  2. Keren de, coba belajar tambahin sinonim kata di beberapa kejadian dan coba jangan langsung ke percakapan ya tambahin alur ceritanya. Over all, well done 👌🏻

    BalasHapus
  3. Lama gak mampir blog Iput, makin ketje tulisannya. Jauh melampaui tulisan-tulisan pendahulunya di ODOP.

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram