Let Me Change! (The End)

Juli 19, 2017


 
Ask.fm.com



“Renia….” Aku menoleh. Degup jantungku berpacu lebih cepat, tanganku sedikit bergetar. Ah! Kenapa harus bertemu dengannya. Ini hanya membuatku semakin sulit untuk melupakannya! Aku menggubrisnya. Ia terus mengekor di belakangku,”Ada yang ingin kubicarakan, Re. Tunggu sebentar!” Aku menghentikan langkah ini.


“Ini, Re. Dateng ya di pernikahanku.” Aku menoleh ke arahnya, dan mengambil surat undangan yang ia sodorkan. Aku terbelalak, dan menatapnya lamat-lamat,”Kakak serius?” Ia hanya mengangguk. Wajahnya flat, Aku tidak tahu apa yang ia rasakan.

Aku memberikan seulas senyuman,”MasyaAllah, Barakallah ya, Kak!” Ia membalas senyumannya. Seperti senyuman palsu. Oke, fair. Kita seperti sama sama dalam kepalsuan. 

“Makasih, Re. Jangan lupa dateng ya!” dengan senyuman palsu itu.

“InsyaAllah, kalo ga bentrok, aku dateng, Kak. Aku pergi dulu ya. Assalamu`alaikum.”

“Wa`alaikumussalam…” Samar-samar jawabannya terdengar.

Aku melangkah cepat, turun tangga. Terasa bulir hangat mengalir deras. Terlihat teman-temanku berkumpul di pelataran sekolah. Aku berbelok ke Toilet, tangisanku meledak. Tergugu. Aku menutupi mulut dengan kedua telapak tangan ini. Cukup aku, dan Allah yang mengetahui kepedihan ini.

YaAllah, ya Rabb…
Begitu sakit rasanya, ini salahku. Karena berharap pada selain dirimu.
Maafkan aku, yaAllah…

***

Sekarang aku tahu, tidak seharusnya aku berusaha untuk melupakanmu. Karena itu, hanya akan menambah luka di hati. Kini, tidak ada lagi pengharapanku padamu. Cukup Allah, hanya Allah yang berhak untuk diharapkan. Aku hanya akan melepasmu, ikhlas. Kuyakin, ada yang lebih baik lagi di depan sana, jika aku sabar dalam penantian ini.

-End-

You Might Also Like

6 komentar

  1. hiks... saatnya move on...

    BalasHapus
  2. Baru dateng diBapeerrrrin :'(
    salam kenal ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahaha baca dari awal ka, hihi.

      halo, salam kenal juga ka:) terimakasih telah berkunjung :)

      Hapus

Popular Posts

Instagram