Let Me Change!

Juli 14, 2017

Ask.fm.com

 
 Aku berdiri di bingkai jendela, di dalam sebuah ruangan bercat ungu dan terdapat hiasan bunga sakura di setiap sudutnya. Mata ini menatap lurus ke arah hamparan langit luas, langit malam tanpa taburan bintang. Namun, pikiran yang melanglang buana entah kemana.


“Renia, aku tidak akan mengabaikanmu lagi, janji!” Seorang lelaki berperawakan tinggi berkulit pucat, raut wajahnya begitu amat sangat kukenali. Ia menghadang jalanku yang hendak pulang setelah pembagian ijazah. Aku tersentak, mendengarnya berkata seperti itu. Satu sisi aku geram padanya, kenapa baru sekarang kemana saja dia dulu? Satu sisi aku senang, akhirnya dia bisa mengerti. Ah, sudahlah.

Aku berusaha menggubrisnya dengan menghindarinya, namun. Ah! Terasa ada kehangatan menyerubungi kulit lenganku. Aku menoleh, “Lepaskan! Kamu keterlaluan, Kak!” Aku mengayunkan lengan dengan sekuat tenangaku,”Izinkan aku berbicara sebentar, Re.” Aku berhenti, tidak ingin menjadi Manusia angkuh sepertinya dahulu.

”Bukankah seharusnya kamu senang, Re? Maaf, kalo aku telat berjanjinya. Kamu tahu? Aku bukannya cuek padamu, aku hanya ingin kamu fokus pada pelajaranmu dulu. Dan, selamat atas nilai UN yang mumtaz.” Aku yang sedari tadi membelakanginya, kembali menoleh ke arahnya,”Terimakasih, ada lagi yang ingin dibicarakan? Aku ingin berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Jadi, tolong jauhin aku, Kak! Assamu`alaikum.” Aku meninggalkannya dengan terasa bulir hangat mengalir, ini bukan hal yang mudah untukku.

“Renia sayang, ada yang mencarimu di luar.” Suara lembut yang sangat kukenali—Ibu, dari balik pintu dengan ketukan beberapa kali membuat buyar lamunan buruk tadi.

“Iya, Bu. Tunggu sebentar.” Aku mengambil jilbab yang tergantung di badan pintu, dan mengenakannya sehingga terjulur panjang ke bawah. Aku melangkahkan kaki ke lantai bawah dan segera melihat siapa yang datang.


Aku menyilik ke pelataran Rumah, dari sudut jendela. Itu siapa?

Bersambung...

You Might Also Like

2 komentar

Popular Posts

Instagram