Mungkinkah?

Juli 07, 2017

Dok.Pribadi


Mataku menatap lurus ke arah kaca besar, terlihat padatnya bangunan kota Jakarta. Terbesit rasa keluh di dada. 'Seharusnya, hari ini aku akan pergi untuk daftar kuliah.'gumamku dalam hati. Bibir kecil ini bertasbih menyebut-Nya.


Aku yakin, sekecil atau sedahsyat apapun itu pasti kehendak-Nya. Akan ada hikmah di balik semua ini. Aku tersenyum memandang hamparan langit di siang hari yang dipenuhi awan putih menggantungi.

Aku menoleh ke arah lift, pintunya telah terbuka. Dengan secepat kilat aku beringsur masuk. Terdapat satu lelaki berdiri di pojok kanan, berperawakan tinggi berkulit kuning langsat. Mengenakan jas putih. Kurasa ia termasuk dokter disini. Ketika aku akan menekan tombol 3, entah apa yang terjadi.

"Ah!" Bulir berwarna merah kental bau anyir, mengalir cepat. Aku meringis. 
"Kau nggak papa? Pakailah!" Ia menyodorkan sebuah kain yang kecil berwarna biru. Tanpa pikir panjang, aku segera menghapus bulir ini dengan cepat.

Pintu lift terbuka. Ia beringsut keluar tanpa meninggalkan kata-kata. Aku baru saja ingin membuka kembali pintu besi itu. Terlambat. 'Hey! Aku belom mengucapkan terimakasih padanya.'gumamku.

Aku menatap kain yang berada di ujung kain, terdapat huruf. "F.R" Mataku membelalak, degupan jantungku tak menentu.'Mungkinkah?'

You Might Also Like

4 komentar

Popular Posts

Instagram