Bully? Siapa Takut!

Agustus 14, 2017

Bully membuat para korban menjadi bunuh diri, Karena merasa diasingkan, dibedakan, dijauhkan. Itu membuat korban banyak yang tidak sanggup menghadapi semua ini.  Apa bully harus berakhiran bunuh diri?

Kompasiana.com

Meliani Siti Sumartini, gadis kelahiran Garut, yang kini berusia 19 tahun. Ia mengalami bully saat duduk di bangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menegah.

Meliani selalu duduk sendirian saat istirahat, atau pun sedang berkumpul. Mereka selalu menjauhinya.

“Teman-teman di Sekolah selalu menjauhi saya, bahkan ada yang melarang saya untuk duduk bersama,” ucap Meliani, menceritakan dukanya saat duduk di bangku Sekolah Dasar hingga Sekolah Menengah.

Lalu? Apa meliani bunuh diri karena semua itu? Jawabannya tidak!

Meli—panggilannya. Ya, saat ini ia sudah menjadi gadis yang kuat. Ia melalui semua itu dengan cara berbeda, bukan menghindar dengan cara bunuh diri.

Yaitu, meli berpikir apa sesuatu yang bisa membuatnya banyak orang mengenalnya, mau berteman dengannya. Ya, ia mencari sesuatu dan berpikir dengan caranya sendiri.

“Awalnya ingin tampil beda, saya berpikir gimana caranya agar dikenal oleh orang lain, bisa terlihat unik, dan punya teman. Karena itu, saya pakai jilbab dan main gitar. Orang itu melihat sesuatu yang nggak biasa, yang belum pernah ada,”kata Meli kepada wartawan BBC Indonesia, Oki Budhi.

Karena bully, yang membuat ia bangkit. Saat ini, Meli bukanlah Meli yang dahulu. Kini, ia memliki banyak teman hingga tujuh ribuan di instagram. Dan jutaan orang telah mengenalnya, menjadi seorang gitaris perempuan berjilbab, dengan genre death metal.

Salah satu lagu yang ia mainkan, dan di upload ke you tube dengan judul “Hourglass” dari Lamb Of God. Yang berhasil meraih viewers sekitar 1.7 juta kali.

Meli pun berusaha meyakinkan, bahwa keputusannya memakai jilbab. Bukan semata ingin terkenal dan lain-lain, bahwa ini juga memang kewajiban.

Meli pun sering kali diundang tampil di stasiun televisi nasional. Dan, akhirnya ia mendapatkan beasiswa di Universitas pasundan, Bandung. Membuat ade herman, ayahnya Meli sangat bersyukur akan hal tersebut.

“Sekarang Meli dapat beasiswa dari kampusnya, lima juta rupiah setiap semester. Tapi, dia harus terus mempertahankan nilai kuliahnya bagus. Beasiswa itu sangat membantu, apalagi penghasilan saya sebagai supir pas-pasan,” ucap Ayahnya Meli.

Meli telah bergabung dengan grup band. Dan, Meli bisa berhasil melewati bully tersebut dengan sangat baik.

Tetapi, nyatanya inilah yang terjadi,“Di Indonesia, kasus bullying di sekolah menduduki peringkat teratas pengaduan masyarakat ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dari sector pendidikan. KPAI mencatat 369 pengaduan terkait bullying dari Januari 2011 sampai Agustus 2014. Jumlah itu sekitar 25% dari total pengaduan di bidang pendidikan sebanyak 1.480 kasus. Bullying yang disebut KPAI sebagai bentuk kekerasan di sekolah mengalahkan tawuran pelajar, diskriminasi pendidikan, atau pun aduan pungutan liar.” (Firmansyah,2014)

Berdasarkan data tersebut, masih banyak korban bully yang tidak tahan banting, tidak kuat mental. Itu hanya kebiasaan. So, mulailah merubah kebiasaan. Sikap ketidaksukaan seseorang, jangan pernah membuat kita lemah. Apalagi memilih untuk mengakhiri hidup ini, itu hanya akan membuatnya tersenyum bahagia. Contohlah Meliani. Janganlah lemah dengan sikap buruk mereka!

Harus tetap kuat! Dan, buktikanlah! Bahwa kalian bisa menjadi orang yang hebat, dan berguna untuk Negeri ini. Bukan seperti mereka yang lebih suka berbicara omong kosong!


So, buat kalian para calon pemimpin bangsa ini. Berhenti menjadi lemah dengan bully tersebut! Jadikan itu sebagai pacuan untuk kita terus berkembang!

You Might Also Like

7 komentar

  1. Kupikir Meilani Putri. ..Hehe

    awalannya kurang "nendang" put. Perhatikan konsep piramida trbalik, dari info paling penting ke yang ngga penting du bagian akhir. Semangat putt

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, iyak akak noted. makasii yak:)

      Hapus
  2. Sudah bagus cuma kurang dikit dibagian pembuka, Put semanggat

    BalasHapus
  3. Sudah bagus cuma kurang dikit dibagian pembuka, Put semanggat

    BalasHapus
  4. Artikelnya sangat berbobot iput :)) aku setuju banget~

    Rodhiyatummardhiyah.blogspot.com

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram