Mau Jadi Warga Jakarta yang Teladan? Ini Caranya!

Agustus 31, 2017

Kemacetan di Jakarta kini telah merajalela! Namun, tahukah anda ada cara yang tepat untuk mengatasinya! Penasaran? Mari simak!


Pada era ini, masyarakat luas yang tinggal di daerah perkotaan terutama Jakarta. Mereka berlomba-lomba untuk memiliki kendaraan sendiri, minimal kendaraan beroda dua. Apapun profesi mereka, kendaraan kini sudah menjadi sesuatu yang dibutuhkan. Sehingga, banyak yang rela untuk mencicilnya.

Tetapi, kenapa? Kenapa Mereka begitu Antusias untuk Memiliki Kendaraan Sendiri?


Hal ini dipengaruhi oleh daerah yang padat Penduduk. Dimana mereka didominasi oleh para Tenaga Kerja suatu Perusahaan. Ya, Perusahaan. Yang sebagian besar memiliki durasi waktu kerja yang sama. Dan, kalian tahu apa yang terjadi? Kemacetan. Ya, itulah yang terjadi. Sebuah masalah yang tidak bisa dipungkiri.

Kemacetan di Pegangsaan Dua

Seperti di daerah Pegangsaan Dua, Jakarta Utara. Jalur panjang dari arah Simpang Lima Semper menuju IGI. Tempat ini pun kini sudah sangat tidak asing dengan kemacetan. Pada waktu berangkat dan pulang kerja, itu adalah waktu yang rawan membuat kendaraan mobil tidak bergerak disebabkan terkepung macet.


Apa yang menyebabkan Pegangsaan Dua menjadi Rawan Macet?


Sepanjang jalan Pegangsaan Dua itu, sebagian besar adalah Perusahaan swasta. Yang memiliki banyak tenaga kerja. Itulah sebabnya, mengapa terjadi hal tersebut. Disebabkan banyaknya orang yang memiliki perekonomian ke atas. Mereka lebih memilih untuk mengendarai mobil sendirian. Ya, dalam satu mobil hanya terdapat satu orang, yaitu si Supir. 
Suasana Kemacetan di Pegangsaan Dua

Apa yang kalian pikirkan? Salah? Tidak kok. Hanya saja, mulailah peduli dengan sekitar. Bayangkan! Jika semua orang menggunakan mobil, apa yang akan terjadi? Jalanan pun akan selalu padat, bahkan mungkin akan sering macet total. Dan juga, ditambah daerah Pegangsaan Dua ini adalah jalanan yang tidak seluas jalan tol.

Lalu Apa yang Harus Dilakukan?

Mulailah dari diri sendiri! Pemerintah saat ini telah menyediakan berbagai fasilitas di Jakarta, yang biayanya pun sangat terjangkau. Mulai dari Transjakarta, Kereta Rel Listrik, dan lainnya. Dan, yang terbaru saat ni, pemerintah mulai membuat MRT Jakarta

Apa itu MRT? MRT adalah Mass Rapid Transit, salah satu transportasi yang disediakan pemerintah upaya untuk menanggulangi masalah kemacetan di Jakarta. Dengan harapan, kemacetan bisa teratasi. Namun, jika kita sebagai warga Jakarta tidak memiliki kepedulian akan sekitar, dan hanya mengikuti ego masing-masing. Apakah bisa terealisasikan hal tersebut?

Pembangunan LRT

Di daerah Pegangsaan Dua pun demikian, kemacetan yang terjadi di kawasan ini menjadi perhatian pemerintah. Dan, akhirnya kini sedang berjalannya pembangunan LRT (Light Rail Transit). Ya, tentu ini pun memiliki upaya yang serupa. Yaitu, berharap akan sedikit mengatasi kemacetan yang terjadi di kawasan tersebut.

Pembangunan LRT

Kalau bukan Kendaraan Pribadi apa yang Sebaiknya Digunakan?

Ada beberapa alternatif, yang sangat direkomendasi untuk para pekerja agar tidak memakan banyak waktu, yaitu:


  • Transjakarta
Kendaraan ini, telah menjadi andalan mayoritas orang Jakarta. Di samping harganya yang terjangkau, kendaraan ini memiliki jalur terpisah sehingga sedikit terbebas dari kemacetan. 


  • MRT (Mass Rapid Transit)
Alternatif yang satu ini, masih proses pembangunan. Dengan 6 rangkaian gerbong. Dan, target penumpang 173.400/ hari. Yang merupakan kapasitas penumpangnya 1.950. perlintasannya adalah di bawah tanah dan layang.


  • KRL (Kereta Rel Listrik)
Kereta yang kini sudah menjadi alternatif andalan kebanyakan orang, di samping dapat melaju dengan cepat tanpa hambatan seperti macet. Namun, juga memiliki harga yang terjangkau.

Kereta ini terdiri dari 8 hingga 10 rangkaian gerbong. Dengan target penumpang 1.200.000/ hari. Yang merupakan kapasitas penumpangnya 2000. Perlintasan kereta adalah di atas tanah dan layang.


  • LRT (Light Rail Transit)
Alternatif ini pun masih dalam progress. Terdiri dari 2-4 rangkaian gerbong. Dengan target penumpang 360.000/hari. Yang merupakan kapasitas penumpangnya 600. Perlintasannya adalah layang.


Demikian upaya pemerintah, dengan membangun berbagai infrastruktur transportasi. Lalu apa yang kita lakukan? So, marilah kita mulai Bekerja Bersama #UbahJakarta. Dengan mulai menggunakan transportasi yang telah disediakan pemerintah. 

Jika semua orang menggunakan transportasi tersebut, maka Jakarta dapat berubah menjadi kota yang tertib dan rapi. Siapa yang tidak ingin seperti itu? Mari saling bahu-membahu! Tunjukkan kecintaan kita pada Indonesia, dengan memperhatikan sekitar! Mulailah dari diri sendiri, kalau bukan kita siapa lagi?

#UbahJakarta
#LombaMRTJakarta

You Might Also Like

54 komentar

  1. Aku lebih enjoy naik Commuter line soalnya bebas macet dibanding transportasi yang lain... hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. huum ka betul, nanti MRT dan LRT itu sama kek krl. Bahkan lebih cepet MRT^^

      Hapus
  2. Adalah benar kalo smua orang pakai angkutan umum akan mminimalisir kemacetan,,kaya di Jepang yang jarang pakai kndaraan pribadi,mayoritas brjalan kaki atau naik angkutan umum,malah kendaraan mereka banyaknya ada di Indonesia wkwkwk

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah! betul banget, Kak! setuju make banget hihi

      Hapus
  3. Kalau MRT udah resmi beroperasi kelak, semoga Jakarta ga macet parah kaya skrg ya Put, jd warga Jakarta ga uring2an :D

    BalasHapus
  4. Buat yang bergaya mevvah... Pemerintah membangun infrasturuktur tuh pake duit ngutang... Kita yang bayar cicilannya loh... So... Ngapain maksain punya mobil pribadi dan bayarnya nyicil lagi? Mending naek layanan mobil online... Tiap hari bisa ganti" mobil... Lebih keliatan tajirnya kan... #lol

    BalasHapus
    Balasan
    1. ngakak mode on ahahhha

      betul banget, Kak.

      btw, makasii udah mampir^^

      Hapus
  5. Aahhh kalau lihat kemajuan di Jakarta. Pengen banget bisa tinggal di Jakarta... Hehhe

    BalasHapus
  6. Assalamualaikum.... Numpang komen ya.... Semoga saja proses pembangunan MRT dan LRT nya berjalan dengan baik dan tdk terbengkalai, dan klo sdh jadi diharapkan warga jakarta dan masyarakat sekitar bodetabek turut sadar dan mengesampingkan ego nya untuk menggunakan kendaraan Pribadi utamanya mobil yg hanya 1 penumpang saja... Transportasi umum keren kok, saat ini rata2 sdh aman dan relatif nyaman. Hehehe.... Artikel nya bagus dan bermanfaat.. Wassalamualaikum

    BalasHapus
    Balasan
    1. Waalaikumussalam, Aamiin kita doakan yak. Semoga segera selesai. hihi iyak ka.

      btw, makasii udah mampir^^

      Hapus
  7. Karena jalur dr semper ke igi gada transjakarta dan krl makanya pd pake kendaraan pribadi dan macet deh hehehe

    BalasHapus
  8. Tp keren sarannya buat kemacetan dan semoga aja semua pembangunan lrt, mrt dll bisa cepet selesai dan dpt mengurangi kemacetan

    BalasHapus
  9. Bener bgt put, andai aja masyarakat mau beralih pakai kendaraan umum, pst kemacetan bisa diminimalisir, waktu tempuh jadi lebih singkat dan tingkat stres akibat macet berkurang :) ga bisa disalahkan juga alasan masyarakat cenderung memilih kendaraan pribadi untuk berpergian dibandingkan menggunakan kendaraan umum krn kendaraan pribadi dianggap lebih praktis dan fleksibel untuk digunakan kemana saja untuk berpergian dibandingkan dengan kendaraan umum. Harapannya pemerintah bisa menyediakan kendaraan umum yg sesuai bukan hanya menyediakan alternatif kendaraan umum lainnya tp trs melakukan peremajaan armada untuk kendaraan umum yg sdh ada, krn masyarakat mendambakan kendaraan yg mereka tumpangi aman, nyaman, dan tepat waktu :)

    BalasHapus
  10. Ga sabar mau nyobain naik MRT nya :D

    Rodhiyatummardhiyah.blogspot.com

    BalasHapus
  11. Saya lagi coba menikmati naik KRL nih... Setelah enjoy dgn bus way, sekarang mulai enjoy dgn KRL... Daripada harus macet2an di jalan.. huhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mantap, lanjutkan perjuanganmu, Kak! hihi

      iyak, nanti beralih ke MRT deh, yang lebih cepat^^

      Hapus
  12. Belakangan aku lebih suka naik krl put.. selain lebih irit dan tentunya lebih cepat. Hemat waktu pula.

    Ntar pas ada mrt, mungkin dri pejuang krl bakal berganti jadi penikmat mrt.. ehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. huum ka betul. Kita harus memanfaatkan fasilitas yang udah disediakan pemerintah^^

      Hapus
  13. Bener, sebaiknya memang, daripada mengendarai mobil sendiri yang isinya cuma satu orang, mending pakai angkutan umum saja. Hanya saja, mungkin kualitas, pelayanan, dan ketepatan waktu sarana dan prasarana umum ini lebih ditingkatkan, sehingga orang akan mulai beralih ke angkutan umum yang nyaman... Biar kayak di Eropa2 gitu...

    Semoga sukses untuk Jakarta... Semoga menjadi lebih baik...

    Bang Syaiha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin yaAllah ..

      makasii udah mampir, Bang^^

      Hapus
  14. Kalau layanan umum fasilitas dan ketepatan waktunya bisa lebih baik dari kendaraan pribadi, orang akan lebih mudah beralih ke.transport umum

    BalasHapus
    Balasan
    1. insyaAllah MRT lebih cepet dr KRL.

      dan, mungkin akan 24 jam juga macem busway^^

      Hapus
  15. Aku bukan warga Jakarta. Tetapi, mungkin jiga akan memilih menggunakan kendaraan sendiri karena macet. Seandainya pemerintah bisa lebih mengontrol pembelian kendaraan, dengan kebijakan baru dan tegas tentang kepemilikan kendaraan, atau pemusnahan kendaraan yang sudah berumur tua, biaya parkir yang dibuat tinggi, sehingga warga Jakarta akan berpikir lebih bijak agar memilih transportasi umun. Hehehehe.. Sok tahu ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. I see, seperti di LN yang kalo biaya parkirnya aja mahal bgt. sehingga, buat para masyarakat berpikir dua kali jiika ingin membeli kendaraan sendiri.

      Hapus
  16. aku sih lebih milik pakai sepeda aja ya ahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ahahah cerdas tuh ka. udah mah bikin ehat, dan gada efek buruk ke lingkungan.

      mantab djiwa :3

      Hapus
  17. Wah. Asyik tuh keknya naik itu.

    BalasHapus
  18. Mudah-mudahan LRTnya segera selesai ya Put, biar macetnya berkurang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin Allahumma Aamiin.

      Makasii, Pak. sudah mampir:)

      Hapus
  19. Memang kebiasaan warga jakarta harus di rubah ya de

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe iyak ka. duh malu deh ada mastah ahaha

      Hapus
  20. Balasan
    1. betul sekali! biasakan yang baik, jangan membiasakan yang buruk^^

      btw, makasii udah mampir^^

      Hapus
  21. Ajakin aku naik MRT donk! ��

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi nanti kalo udah jadi, kita naek rame rame yooo~

      Hapus
  22. Paradoks juga put... Saat kesadaran diri dan rasa kepedulian rendah, demikianlah menimbulkan keegosian dalam merespon lingkungan sekitar

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram