Asa Kelabu

September 12, 2017



Sore itu…
Ketika senja mulai hadir.
Awan kelabu mulai menyelimuti.
Keresahan dan kebahagiaan menjadi satu.
Sebuah kejadian singkat nun terkenang.


Yang selalu membekas di relungku.
Menyisihkan sejuta asa dihatiku.
Membuat memori yang meramu manis dibenakku.
Bak kaset yang senantiasa berputar rusak menghantuiku.

Aku tak tahu, harus sedih atau bahagia.
Yang aku tahu, sebuah titik hitam kini bertambah.
Aku tahu, ini semua hanya akan luruh jika bukan karena-Nya.
Aku tahu, namun hati dan otak yang tak mampu untuk menyatu.

Sore itu…
Hanya beberapa jam saja.
Namun, sangat berarti membuat saling bersitatap beku.
Kenyamanan berhasil menyihir dalam sekejap.
Aku tak mampu mengendalikannya.

Inikah rasanya cinta?
Hadir dalam waktu singkat.
Namun menetap begitu lekat.
Hingga aku tak mampu melekaskan sedikit.
Ya, sedikit saja.

Apakah aku salah jika mengharapkanmu?
Mengharapkan jika kelak secercah asa untuk melangkah bersama.
Dengan kekuatan cinta yang akan menerjang segalanya.
Dosakah aku?

YaAllah…
Aku begitu lemah.
Begitu mudahnya jatuh hati.
Buatlah cinta ini yang hadir karena-Mu

Aku pasrah.
Tak ingin membuat asa itu luruh begitu saja karena membutaiku.
Tak ingin cinta yang salah menguasai jiwaku.
Aku ingin cinta itu hadir atas ridho-Mu.
Juga takdir yang tertata rapi di suratan-Mu.

Aku, seorang gadis di sudut kota yang tengah menanti sebuah kepastian.



You Might Also Like

2 komentar

  1. Udah lama ga baca posting Blog yang model begini. Good Job dee, well done!

    BalasHapus

Popular Posts

Instagram