Sepucuk Surat Secercah Asa

September 15, 2017

Untukmu, pangeran lauhul mahfudzku.

Aku tak tahu siapa dan dimana dirimu saat ini.
Aku tak tahu, bagaimana rasanya ingin mengungkapkan kata rindu.
Aku berusaha untuk menantimu, tanpa ada orang lain sebelum kedatanganmu.
Aku tahu, bahwa kau akan datang menggenapi jiwa ini.

Terkadang mata ini iri pada hati,
Ada ruang untukmu di hati,
Namun, tak terlihat di mata.
Aku akan tetap berserah pada-Nya.

Aku tahu menikah itu,
Perihal memantaskan atau dipantaskan.
Aku takut tak pantas untukmu,
Itulah sebabnya Dia mengulur waktu.

Sampai tiba pada saat yang tepat.
Kita berdua bisa saling memahami, melengkapi.
Dan, melangkah bersama menuju Jannah-Nya.
Aku akan tetap menanti.

Aku, wanita akhir zaman yang seringkali lalai,
Aku hanya ingin dirimu,
Yang ketika didekatmu, Surga terasa lebih dekat.

-Mei Purple-
Jakarta, 2017.

You Might Also Like

4 komentar

Popular Posts

Instagram