Hilang?

Oktober 30, 2017

Doc. Pribadi


Aku menatap gemerlap malam kota Jakarta, dengan penuh kepenatan. Di Root Top sebuah Gedung bertinggian 20 lantai. Indah, menurut sebagian orang. Namun, tidak untukku. Kepenatan begitu mendekapku. Pikiran yang melanglang buana meliar sesuka hatinya.



Ya, Mata ini terpaku lurus. Namun, hati dan pikiran kini tengah berhamburan. Hingga, mulut meluapkan semua beban yang mendekap erat. "Aaaa....!" Teriak sekuat yang kusanggup. Tanpa peduli apapun.

Lengan ini menggenggam kepala yang terasa berat. Berangsur turun hingga menutup rapat wajahku, yang mungkin kini telah terbasahi oleh bulir hangat di sudut mata. Mataku terpejam, merelakan isak tangis itu lepas seketika.

Tiba-tiba, secercah cahaya yang menyilaukan. Aku membuka mata perlahan, "Apa? Dimana ini?" Mataku membelalak dan menatap liar ke sekitar. Yang kini berubah secepat kilat. Aku terpana, melihat dedauan yang begitu sejuk dan menenangkan. Desau angin yang menerbangkan ujung jilbab ungu ini.

"Dimana ini?" Aku melangkah, untuk mencari jawaban dengan ribuan tanya di benakku. Kicauan burung yang tengah bernyanyi merdu bersautan. Pepohonan yang berlimpah ruah keindahan. Aku tersenyum, bahagia.

Kupu-kupu berwarna merah muda mendarat hidungku, aku mentatihnya ke jari telunjuk ini. "Halo, kamu tahu ini dimana? Aku tak tahu dimana ini, dengan siapa disini. Tapi, aku sangat bahagia disini. Sangat bahagia." Dan, ia terbang perlahan.

Aku tersenyum. Kembali melangkah, mencari jawaban.

Hingga, telah sampai di ujung perjalanan. Aku terpaku, dengan perasaan tak percaya. Melihat pantai yang sangat indah. Begitu indah.

Aku terduduk di pinggir pantai, merasakan sentuhan manja air ke ujung kaki. Kicauan burung yang semakin merdu mewarnai. Dengan tarian indah para dedaunan di pinggir pantai, juga pohon kelapa.

"Karena sebenarnya ketenangan itu, ada pada diri kita masing-masing." Suara seorang lelaki yang tiba-tiba di sampingku.

Hembusan angin yang sangat menggodaku, hingga terlalu fokus dengan suasana pantai yang menenangkan ini,"Siapa kamu?" Pertanyaan yang terlebih dahulu kulontarkan. Menatap tajamnya, menunggu jawaban.

"Hanya bagaimana kita menyikapinya. Dengan keimanankah? Atau dengan nafsu belaka?" Aku menatapnya dengan alis terangkat, kenapa dia tidak menjawab pertanyaanku? Aku terpana, ketika ia mengulaskan sebuah senyuman. Aku melempar pandangan kedepan.

"Tapi, beban berat menjadi godaan terberat untuk kita selalu kuat di jalan-Nya." Aku menatap ombak pantai yang mengulung-gulung. Di bawah langit senja yang sangat menenangkan.

"Percayalah, bahwa Allah selalu bersamamu. Yakin, insyaAllah."

Aku mengangguk perkataannya, "Tapi..." Aku terdiam, lengang. Hanya hembusan angin, dan riuh burung yang bersautan. Kemana? Kemana dia? Dan siapa dia? Aku terdiam.

"Kamu nggak apa-apa?" Aku membuka mata, dan menatap liar. Di tempat kota yang penuh kepenatan ini lagi? yaa Allah.

Meipurple.com


You Might Also Like

6 komentar

  1. Mungkin dia batman yang sedan lewat

    salam kenal, perdana mampir sini

    BalasHapus
  2. Ahahahah

    Makasii udah mampir ka😊

    BalasHapus
  3. Ini fiksi atau nyata? Tapi kalopun dua-duanya, ini tulisan bagus, jadi kepo kelanjutan ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Fiksi berasal dari kisah nyata. Nah loh! Ahahah. Makasii, kak.😊

      Hapus

Popular Posts

Instagram