Sebuah Alasan Klasik

Oktober 16, 2017





Assalamualaikum, Minna san. long time no see~

Ada kali sebulanan kurang dikit saya nggak menulis, alasan apa? Ya, karena saya belum bisa membagi waktu dengan pekerjaan yang baru. 

Pas pulang kerja, badan udah lelah. Hingga otak nggak bisa diajak berpikir keras. Malah minta haknya untuk diistirahatkan. 

Klasik kan? Ya, tentu. Klasik banget! Kemarin itu saya ikut acara Jumpa Penulis. Yang berharap semoga juga bisa jadi suntikan semangat saya untuk selalu menulis.

Ya, nyaris semua penulis itu bilang. "kalo nggak nulis dengan alasan sibuk, itu omong kosong!" Lho, kenapa? Ya, secara. Nyaris semua orang di Dunia ini sibuk. Namun, kalo mereka sibuk nggak akan bisa terus berkarya gitu? 

Nggak, Put. Nggak! Liat mereka. Sibuknya luar biasa. Tapi masih menyempatkan waktu untuk nulis, untuk terus berkarya! Malu, Put! *Tepokjidat

Kenapa mereka bisa seperti itu? Dengan segala kesibukannya, mereka tetap bisa berkarya. Kenapa? Karena mereka itu memikili niat dan tekad yang kuat.

Ya, apapun itu. Seperti halnya berhijrah. Kalau kita niat dan memiliki tekad kuat, sampai kita pada titik tujuan kita. Nggak peduli lagi tuh kanam kiri yang menggoda. Rintangan menghadang macam apapun nggak akan bisa meruntuhkan niatnya.

Niat dan tekad kuat merekalah yang membuatnya memiliki mindset dalam setahun harus membuat satu buku.

Lah gue? Cuman selalu mengagumi terus tanpa pernah berhasil untuk melawan rasa malas ini? Astaghfirullah *tepokjidat

Tapi kalau kata kamg Dewa, "Kalo dia bisa, maka kita (biiznillah) juga bisa."

Ya, atas izin Allah. Karena ada daya dan upaya kecuali dari-Nya.

Bismillah, semangatt!m/

#SalamLiterasi

You Might Also Like

6 komentar

  1. Kak Asma teladan tepat.. penulis produktif.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Huum ka betul hihi

      Btw, makasii udh mampir:)

      Hapus
  2. Lah, ini yang ada tere liye juga bukan? Wkwk. Hijrah itu awalnya pait ya tapi harus istiqomah, gimana caranya bisa istiqomah? ya ikhlas, jadi meskipun sibuk, mereka mungkin sudah melepaskan semua dan hidup hanya untuk menulis *ehapaansi

    Hamasah! Semangat! Ganbatte!

    BalasHapus
    Balasan
    1. ahahaha iyak emang ada om Tere juga wkwk.

      iyak, makasih, kak:)

      Hapus

Popular Posts

Instagram