Tak Hanya Sepatah Kata

Januari 05, 2018



Untukmu yang pernah singgah di hatiku. 

Aku tak berharap bahwa kelak kamu yang akan menjadi penggenapku. 
Aku tak berharap untuk kamu tahu, bahwa aku sempat menaruh benih rasa yang merupakan fitrah semua manusia. 
Aku tak berharap kamu tahu akan semua ini.
Aku tak berharap semua itu. 

Aku hanya terus berdoa, agar kamu sukses di bidangmu. 
Agar kamu sukses di hobbymu. 
Agar kamu sukses dengan apa yang tengah kamu gandrungi, terutama sukses di Akhirat kelak. 

Aku adalah wanita akhir zaman yang tak luput dari dosa. 
Terkadang aku khilaf menginginkan seorang malaikat, namun aku tak bisa menjadi bidadari untuknya. 
Itulah alasan aku mencintaimu. 

Aku merasa kita begitu setara. Begitu sekufu. 
Mungkin Allah kelak akan memberikan hidayah kepada kami berdua untuk kembali pulang dengan cara yang Dia inginkan. 

Aku merasa kamu, iya kamu. Adalah seorang yang cocok untukku. Entah, apa. Aku begitu terpana kepadamu. 

Aku bukan yang tersipu malu jika berhadapan denganmu. 
Aku bukan yang bersikap elegan dan menjaga image sehingga bersikap angkuh di depanmu. 
Namun,  sebaliknya. 

Aku merasa, ketika aku dihadapanmu. 
Aku menjadi diriku sendiri. 
Camda tawa begitu lepas, tanpa begitu malu sedikitpun. 
Aku, kamu kita seperti itu. 

Begitu luwes rasanya, jika kita tengah berkumpul bersama yang lain. 
Ya, bukan hanya ada aku dan kamu. 
Tapi, mungkin banyak kawan. 

Kita bercanda ria, seperti itulah diri kita. 
Di dekatmu, aku merasa menjadi diriku sendiri. 
Aku suka itu. 

Namun, aku sadar. 
Aku tak mungkin bisa bersanding denganmu. 
Karena jodoh itu di tangan-Nya. 
Dan, entahlah aku merasa tak mungkin bersatu denganmu. 

Semoga kamu selalu bahagia dengan setiap doa yang selalu kuselipkan. 

Untukmu yang aku tak tahu siapa. 

Aku tahu, mungkin terlalu aneh jika aku berkata, "Cepatlah datang, aku ingin segera melepas kata 'Single' ini." 

Terdengar begitu nafsu? Perlu kamu ketahui, bukan nafsu yang membuatku begitu. Tapi, aku lelah dengan semua godaan ketika sendiri. 

Aku ini hanyalah wanita biasa, yang kadang khilaf. Seperti yang kujelaskan di atas. Mudah saja aku jatuh hati, kepada yang belum tentu itu adalah tempat aku berlabuh untuk waktu yang lama. 

Aku, tak ingin setan terus menggoda, aku yang imannya belum seteguh khadijah dan wanita wanita penghuni Surga. 

Aku berharap, kamu adalah orang yang bisa menerimaku apa adanya. Tanpa menuntut kesempurnaan sedikitpun. 

Aku selalu berdoa agar Allah mendatangkan dia yang sekufu denganku. Agar kita bisa sama sama belajar dan terus belajar. Untuk kembali pulang menuju Jannah-Nya berdua. Bersama, Aamiin Allahumma Aamiin. 

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Instagram