Kata yang tak Sempat Terucap part 2

Februari 25, 2018

Meipurple.com 



Arraso, aku tahu mungkin kamu punya alasan yang kuat untuk pergi.



Aku menyibakkan bahu ke kursi yang lumayan nyaman milik kantor, keadaan lampu masih gelap--waktu istirahat.

Kamu, iya kamu. Perlu kamu tahu, aku telah jatuh hati sejak pertama kali kita bertemu. Namun aku, hanya bisa menahannya. Tanpa bisa melakukan apa apa. Sungguh menyiksa, bukan?

Tanganku menulis dengan sangat lihai di sebuah buku bercover "Pernikahan Impian".

Ketika tahu, kamu pergi ke tempat yang jauh. Dimana kemungkinan, kini. Aku tak dapat lagi bertemu denganmu. Karena hanya menatap dalam diam, yang bisa kulakuan. Selama kita masih bisa saling bertemu tatap.

Tapi, nanti. Akan tak ada waktu dan kesempatan untuk kita bisa saling bertemu. Hanya nanti, satu kali untuk terakhir kalinya. Dimana aku harus kesana untuk menyelesaikan sebuah dokumen.

Setelah itu, rasanya ingin sekali menetap disana bersamamu. Ingin tapi kalah oleh semua kewajiban yang menantiku di Jakarta.

Kamu akan pergi ke tempat yang jauh itu, kapan kembali? Rancu, tak ada yang tahu.

Aku tahu, mungkin kamu punya sebuah alasana. Tapi mungkin, ini juga kode dari-Nya, bahwa kamu mungkin bukan yang terbaik untukku.

Bulir hangat mengalir syahdu merambat ke permukaan bibir kecil ini.

Aku... Mencintaimu.

Kututup buku itu, dan menutup wajah dengan kedua telapak tanganku, tangisan itu meledak.

"Aku mencintaimu, tapi aku tak bisa berbuat apapun. Kumohon... Pergilah untuk kembali,"lirihku.

You Might Also Like

3 komentar

  1. Iya itu kode dari-Nya. Bisa saja, dia bukan yang terbaik untukmu. Syukuri skenario yang telah ditetapkan sementara ini. Tidak perlu terlalu bersedih apalagi sampai tidak tahu harus berbuat apa, karena doa masih selalu bisa dipanjatkan untuk mendatangkan segala kemungkinan maupun diberi pengganti yang lebih baik.

    BalasHapus

Popular Posts

Find Me on IG @meilanyputrii