Kopdar Jogja yang Melekat di Hati Part 2 (The Last)

Maret 14, 2018

Deg! Kenapa tiga orang disekitarku semua lelaki?



Aku ragu, dan mulai memastikan. "Ini nomor 24E ya, mas?" 

"iya, betul, " ia seperti mempersilahkanku duduk. 

"Makasih," aku duduk dengan rasa mengganjal di hati. Antara ingin sekali nangis karena gini ya rasanya sendiri, dan nggak ada satu pun yang dikenal. Dan semua lelaki, yaaAllah! 

Hati kecil menguatkan, "Nggak,  Put. Bismillah, ada Allah!" Yang paling membuatku resah adalah aku mendapat bagian pinggir jalan. Dimana ada dua opsi jika tertidur. Ke kanan jatuh ke Jalanan, ke kiri kena mas mas yang bukan muhrimku. YaAllah! 

Aku berusaha tenang, beristigfar, mengendalikan diri. Mata meliar menatap satu persatu lelaki di sekitaranku. Positive thinking, mereka semua orang baik! Lelaki di depanku, berambut panjang dan agak kepirangan, yang usianya seperti pamanku. Gayanya memang terlihat menyeramkan. Tapi aku meyakini diri untuk nggak liat sesuatu hanya dari cover. 

Aku merambat ke sebelahnya, dan terpaku. Dia! Lelaki yang tadi di alfamart marah-marah bersamaku karena kelalaian pegawainya. Dia lelaki yang berkulit kuning sawo dan ada guratan yang membuatku yakin dia adalah orang Jogja. 

Dan di sebelahku, lelaki yang sepertinya tinggal di Cirebon. Yang umurnya sekitaran Masku. 

Aku ingin memberanikan diri ke bilang ke Mas Cirebon itu, untuk bertukar tempat. Tapi, itu artinya aku akan depan depanan dengan lelaki Alfamart itu? YaaAllah, gimana ini? 

Nggak peduli! Yang terpenting aku bisa nyaman di dekat jendela, menyaksikan pemandangan jika di subuh nanti. 

Aku menghembuskan napas panjang,  bismillah. "Mas, mau tukeran tempat nggak?" 

Hening, tiga lelaki itu serentak menatapku.

"Ah, iya silahkan, neng." Lelaki itu bangkit, akhirnya.

Alhamdulillah, "Makasih, mas."

Lelaki Alfamart itu menatapku begitu lamat, aku mengalihkan pandangan saja ke jendela. Mungkin dia merasa familiar, atau entahlah.

Kereta berjalan dengan sangat lancar, hingga aku terbangun tengah malam, dan mengeluarkan tango, tanpa rasa malu sedikit pun.

"Mau, mas, om," aku menyodorkan ke mas Cirebon, dan om berambut pirang itu. Lelaki Alfamart masih tertidur pulas.

"Neng, turun dimana?" mas Cirebon membuka pembicaraan.

"Jogja, Mas. Masnya? "

"Saya mau ke Cirebon, jemput Istri saya, neng."

Aku mengangguk paham," Kalo Omnya?"

"Saya Purwokerto, neng. "

Aku mengangguk lagi. Kemudian hening dan sibuk pada dunianya masing-masing. Kemudian aku kembali tertidur pulas.

Sinar matahari pagi mulai menyorot mataku, aku terperangah. Melihat pemandangan yang begitu indah, ya aku yakin ini sudah di Jogja.

Aku melihat ke depan, Lelaki Alfamart tengah menatap jendela juga. Aku ingin memastikan, "Ini udah di Jogja ya, mas?"

"Iya, betul. Kamu turun dimana?"

"Di Stasiun Lempuyangan, mas, " mataku meliar, dan terbelalak melihat tinggal kita berdua saja." Mas sama Om disebelah udah pada turun ya, mas?"

"Iya, pas kamu tidur."

"Kenapa mereka nggak pamitan?" aku sedih saja, mereka semua orang baik.

"Mungkin nggak tega bangunin kamunya, ahaha. "

Aku mengangguk paham. Dan kembali mengalihkan pandangan ke jendela. Sebuah pemandangan yang nggak boleh dilewati.

"Kamu liburan ke Jogja?" tanya lelaki Alfamart itu.

"Hmm, lebih ke acara kopdar sih. Karena senen aku harus balik untuk kembali kerja, ahahah. "

"Serius? Sayang sekali. Tunggu, emangnya sepenting apa kopdarnya?" dia menatapku lamat.

Aku terdiam, bukankah dia kepo sekali? Ahahaha, "Iya, sangat penting buatku. Ini adalah komunitas macem keluarga aja."

Ia mengangguk." Masnya Pulang kampung ya?"

"Iya, saya pulang kampung. Sebenernya kerja di Depok."

Aku mengangguk, "Enak ya, punya rumah di Jogja tuh."

"Banget..."

Hening, sibuk dengan pikiran masing-masing.

***

Suara operator kereta memberitahu bahwa sebentar lagi tiba di stasiun akhir, yaitu stasiun tujuanku.

"Kamu nanti dari stasiun, paham?" Lelaki Alfamart itu menghentikan kesibukanku, aku terdiam dan, "Ada yang jemput nanti, mas." Aku tersenyum.

"Syukur, alhamdulillah."

Aku bangkit, nggak sabar untuk keluar dari kereta, "Duluan ya, mas."

"Iya, hati-hati. "

Aku keluar di saat kereta berhenti dengan sempurna.

Tak lama setelah berkomunikasi melalui telepon genggam, seorang wanita yang baru pertama kali bertemu namun terasa bagaikan keluarga yang sering bertemu.

Ya, Kak Saki namanya. Seperti dugaanku, dia adalah wanita yang hebat. Dewasa, tangguh. Aku dibawanya ke penginapan dengan kendaraan beroda dua.

Pernahkah kalian merasa bahagia karena telah menginjak kaki di tempat yang menjadi destinasi spesial? Aku memejamkan mata, menghirup betapa istimewa kota ini. Yeah, kini aku telah menginjak kaki di Jogja!

Setelah menaruh tas di penginapan, karena beberapa orang tengah berada di alun-alun Jogja, itulah sebabnya aku menyusul. Namun, ada rasa kecewa terbesit. Ketika aku baru saja tahu keberadaan mereka dan ingin menyusul, mereka bangkit untuk segera kembali. Ya, aku tak merasakan alun-alun Jogja. I'm fine^^.

Pertemuan yang selama ini dinantikan, kini tertuntaskan sudah. Aki bertemu dengan bunda bunda kesayangan One Day One Post 3. Ya, kuakui. Itu amatlah singkat. Bahkan, aku tak punya banyak waktu untuk bercerita banyak dengan mereka.

One day one post 3

Apapun itu, aku sangat bersyukur, karena diberikan kemudahan oleh-Nya untuk ikut serta hadir pada saat itu.

Singkat, melelahkan, namun sangatt berarti untukku.

Bertemu di Dunia nyata dengan orang-orang hebat, yang tak hanya dunia maya saja. Juga, bisa menginjakan kaki ke kota Jogja. Entah, mungkin ada waktu atau tidak kalau bukan karena kopdar akbar untuk ke Jogja.

Aku tak pernah tahu, rencana-Nya. Mana tahu, jika Dia menyatukanku dengan orang yang berdarah Jogja. Sehingga, akan seringkali berkunjung di kota istimewa itu.

Semoga pertemuan singkat itu menjadi sebuah makna arti kekeluargaan yang erat,  untuk saling memberi kekuatan untuk terbang lebih tinggi lagi.

Sukses dan sehat selalu kalian semua, keluarga keduaku:)

Di Dunia kita dipertemukan, di Jannah-Nya kita dipersatukan, insyaAllah^^

One day one post 


You Might Also Like

5 komentar

  1. Ciee Mas Alfamart kan orang Jogja ahahah

    BalasHapus
  2. Suka kalimat terakhirnya 😊

    BalasHapus
  3. Kopdar yang mengesankan ya, Mbak, di sebuah kota yang ngangeni...

    BalasHapus

Popular Posts

Find Me on IG @meilanyputrii