Kopdar Jogja yang Melekat di Hati!

Maret 11, 2018




Aku menatap tajam monitor di depanku, dan sesekali jarinya bergerak dengan cepat mengetik sesuatu di papan keyboard. Aku harus selesaikan pekerjaan ini lebih cepat, agar aku bisa ke Jogja. Yeay! 


"Kalo aku mah, nggak usah repot repot bawain macem macem, Put. Cuman beliin yang aneh aneh aja dari sana." Seorang lelaki yang kini telah begitu akrab, Didit namanya. Ia berbicara sambil mengambil tisu di mejaku. 

"Apanya?" tanyaku dengan bingung. Tiba-tiba datang berbicara seperti itu. 

"Jadi ke Jogja, kan?" Dia menatapku lamat, aku melemparkan pandangan, dan tertawa renyah. 

"Kakak inget aja, ahahah. " Aku kembali melanjutkan ritual dengan komputer di depanku. 

"Atuh iyalah, jadi tapi kan, Put?" 

"InsyaAllah, " jawabku dengan seulas senyuman. 

"Oke! Hati-hati dijalan yak, Put."

"Yoo~"

Bagaimana mungkin aku bisa membatalkannya? Hari yang begitu amat kutunggu, berkumpul dengan orang-orang yang sudah kuanggap sebagai keluarga sendiri. Akan ada pertemuan dimana banyak yang datang, dan berkumpul di Jogja.

Bagaimana mungkin aku bisa melewati event silahturahim ini? Tak peduli, aku harus puasa senen kamis (ahaha, nggak gitu juga)  untuk bisa beli tiket. Karena, aku percaya. Dengan silahturahim maka, akan bertambah rezeki kita, berkah umur, dan kepuasan hati karena telah menuntaskan rindu *eak.

Dengan segala usaha dan doa, alhamdulillah Allah izinkan aku untuk bisa menginjakkan kaki di kota Jogja. Tiket berangkat dibantu pesan oleh temen kantor, dia sudah khatam karena seringkali pulang kampung. Tiket pulang dibantu pesan oleh Kak Gilang. Semoga Allah membalas kebaikan kalian yak^^.

Awalnya ragu, banyak respon beberapa teman yang nggak enak. Karena mereka berpikir satu hari ke Jogja itu nggak masuk akal. Yang akan menimbulkan aku sakit, apalagi punya riwayat typhus.

Tapi aku tetap bulatkan. Bismillah! Aku yakin Allah akan melindungi!

Pulang dari kantor sekitar jam 14:30,  pulang dahulu ke Rumah, untuk ambil perlengkapan. Sampai rumah, nggak inget makan atau minum. Ambil tas yang memang udah disiapin dari malam sebelum berangkat kerja.

Langsung pamit, dan pergi lagi setelah sholat ashar. Padahal kereta aku itu berangkat jam 22:10, tapi udah berangkat dari jam 16:00 an. Bisa kalian bayangkan? Ahahaha.

Jadi, ada seseorang bilang gini, "Kalo bisa kamu dateng jangan terlalu mepet, karena itu berbahaya! Nggak mau kan kereta udah berangkat kamu belum print tiket? Karena antriannya kemungkinan rame banget!"  Jadilah aku yang antisipasi karena takut gagal ke Jogja, cuman gara-gara ketinggalan kereta.

Setelah aku konfirmasi ke dia. Dia kaget kalau ternyata antisipasinya berlebihan, ahahaha. Jadilah aku yang muter-muter terlebih dahulu di Busway untuk mengulur waktu.

Sekitar jam 17:50 aku sampai di stasiun Pasar Senen. Aku segera mencari dimana letak mushola. Dari ba'da magrib ke jam 22:10 itu waktu yang luar biasa lama, ahahaha.

Tapi, alhamdulillah. Setelah sholat magrib, aku berkenalan dengan wanita bernama Fifi yang dua tahunan di atasku. Dia sama nasibnya denganku, di phpin teman yang katanya mau nemenin di kereta, but akhirnya sendiri.

Kak Fifi  ingin ke Bandung, hanya untuk datang ke walimahan teman, masyaAllah! Entah apa, yang membuat aku dan dia begitu klop walau hanya baru kenal.

Ba'da isya, perutku udah nggak tertahankan lagi. Kenapa? Yak karena, dari pagi aku belum makan! Kalau hari sabtu, kantor nggak ada waktu makan siang. Jadi belum makan deh. Pergilah kami mencari makan.

Akhirnya, aku beli ayam chicken gitu, dan Kak fifi bawa ayam geprek dari Rumah. Ternyata dia mah nggak kaya aku, yang masih sempat membawa bekal, ahahha.

Kami makan bersama, hingga akhirnya berpisah di kereta yang berbeda. Kak Fifi ke Kota Bandung, dan aku menuju Kota Jogja.

Disinilah dimulai, my trip my taddabur!

Kereta mendarat sempurna di stasiun Pasar Senen. Aku mulai melangkah masuk ke gerbong pertama, dan mata meliar mencari angka 24E. Ini dia! 

Deg! Kenapa tiga orang disekitarku semuanya lelaki?

Bersambung~

You Might Also Like

6 komentar

  1. Waaah asyik dong. Gadis di sarang penyamun! Hahaaa... 😂😂

    BalasHapus
  2. Dih ... baru mulai seru malah bersambung!

    BalasHapus
  3. paling nggk seneng kalo ceritanya bersambung-sambung gini :D nunggunya lama :D

    BalasHapus

Popular Posts

Find Me on IG @meilanyputrii