Kendaraan Berlistrik akan Menjadi Hal Biasa di Masa Depan!

Juli 12, 2018

Assalamualaikum, halo Minna-san. Long time no see! How are you? I hope you all fine in there!
For the first time, saya diundang ke acara diskusi pemerintahan. Jadi kali ini bahasannya cukup berat, haha. Tepatnya pada hari Selasa (10/07/18) kemarin, saya dan temen-temen Blogger Jakarta ke Gedung PLN Kantor Pusat, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Diskusi tesebut bertemakan "Roadmap Pengembangan Kendaraan Listrik di Indonesia."



Diskusi ini di moderator oleh Pak Chamdan Purwoko selaku Wapemred Harian Bisnis Indonesia, dan juga para narasumber yang sangat keren tentunya yang membuat saya semangat dan bangga berada disana, haha, mulai dari Pak Faisal Basri selaku Pakar Ekonomi dari Universitas Indonesia, Pak Yohanes Nangoi selaku Ketua Umum Gaikindo, Pak Harjanto selaku Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika, dan juga Ibu Syofvi Felienty selaku Dirjen Perencanaan Korporat PLN.



Dimana kendaraan pada zaman ini, begitu sangat dibutukan oleh para masyarakat. Mulai dari kalangan Karyawan, Ibu Rumah Tangga, bahkan remaja pun telah banyak yang menggunakannya. Nah, Pemerintahan tepat Bapak Menteri Perindustrian dan juga jajarannya, melihat bahwa bukankah kita tidak pernah memproduksi yang pure buatan Indonesia?

Its mean, tapi ada aja spare part yang dimana importirnya adalah luar negeri. Sehingga, kita masih belum bisa berdiri sendiri. Setidaknya Indonesia harus menjadi tuan rumah di Negaranya sendiri.  Nah, karena itulah menjadi salah satu faktor planning pembuatan Mobil Listrik.

Disamping agar mengurangi import barang dari luar, meningkatkan perdagangan di Indonesia, mengurangi emisi, polusi, dan juga mengurangi penggunaan bahan bakar berbasis fosil, yang akan habis nanti. So, bukan hanya sebuah pilihan sebenernya, guys. Untuk membuat Mobil Listrik, tapi juga jalan keluar untuk di depan nanti ketika bahan bakar berbasis fosil telah habis.

Untuk motor listrik, telah beberapa yang menggunakannya. Sehingga, PLN pun telah mulai bergerak membuat charging area yang berlokasi di 5 kota besar di Indonesia. Mobil listrik menjadi peluang besar untuk Indonesia, menjadi produsen yang dapat meningkatkan perdagangan.

Tapi, hal ini pun juga memerlukan support dari berbagai pihak. Mulai dari Kementrian Keuangan, Kemenristek, dan lain lain. Agar Mobil Listrik bisa berkembang dan berhasil menjadi produk otomotif yang pure buatan Indonesia.

Apa Cuma Indonesia yang Punya Perencanaan Tersebut?

Well! Jika di Negara Maju mobil listrik sudah banyak banget digunakan, mulai dari Jepang, Korea, China dan Negara maju lainnya merupakan Negara yang telah berhasil menggunakan mobil listrik, lho!

Tapi kenapa mereka pada lebih milih mobil listrik ya?

For your Information, selain kelebihan yang udah saya sebutin di atas, dan juga jika di Negara-negara maju, pemerintahan menyediakan subsidi bagi masyarakat yang membeli mobil listrik, itulah salah satu faktornya mengapa penggunanya meroket. Dari data yang ada, bahwa penjualan mobil listrik di Dunia, dari tahun 2010-2017 sekitar 3.7 juta unit, penjualan tersebut meroket pada tahun 2017 dengan nilai 1.2 juta unit. Yang tentunya China mendominasi penjualan tersebut.

Pada saat ini, mobil listrik (EV) Masih sangat terbilang sangat mahal. Sebesar 500-600 juta. Mungkin saat ini penggunanya oleh Negara-negara maju. Dan, Indonesia pun nggak bisa berdiam diri aja. Teknologi yang nggak akan pernah ada matinya, yang lambat laun akan menurun harga itu, dan mungkin semuanya akan beralih ke mobil listrik. Seperti yang diprediksikan bahwa pada tahun 2040, 54 persen penjualan mobil baru adalah mobil listrik.


"Conductor-nya harus Presiden, tidak bisa Menperin (Airlangga Hartanto) atau pun Pak Jonan (Menteri ESDM, Ignasius Jonan)," jelas Pak Faisal Basri.

Nah, dengan demikian kita membutuhkan komando langsung dari Pak Presiden, dan juga kementrian lainnya. Mobil listrik di masa depan akan menjadi "New Economy" atau ekonomi baru untuk Indonesia.

Lalu, Apakah Bisa Indonesia Membuat Sendiri Mobil Listrik?



Tentu saja, Indonesia bisa membuat mobil listrik tersebut. Karena Dahlan Iskan (mantan menteri BUMN) berhasil membuat mobil listrik pada masa pemerintahan SBY. Tapi, masalah saat ini Indonesia belum memiliki bahan baku untuk baterai kendaraan listrik berbasis lithium ion. Dimana penyedia baterai di Dunia ada hanya di 3 negara yaitu, Korea, Jepang, China.

Untuk itulah, Dibutuhkan riset yang mendalam lagi untuk kita bisa memproduksi baterai tersebut tanpa import dari luar. Dan, yang tentunya membutuhkan biaya dan waktu yang nggak sebentar. Sehingga para pihak industri pun semua berusaha untuk menciptakannya.

Terus Kita Sebagai Warga Indonesia apa Bisa Bantu?

Sebagai warga Indonesia yang baik, kita harus selalu mensupport dengan segala apa yang dilakukan untuk kebaikan dan masa depan yang lebih baik lagi. Setidaknya kita berusaha untuk menambahkan PR untuk Negara tercinta kita ini. Dan, juga. Untuk kita semua Pembelajar. I mean, apapun tingkatkanmu. Karena kita pun generasi millenial adalah orang-orang yang akan memimpin masa depan. Percaya atau tidak, tapi itu terjadi.

Ada kemungkinan, bahkan kalianlah yang bisa menciptakan baterai tersebut. Intinya tetaplah menjadi emas dimana pun kalian berada. Karena kita adalah penerus bangsa. Jadi jangan selamanya kita hanya melihat fashion, style dan lain lain dari Negara maju. Tapi, kita juga perlu melihat betapa derasnya kemajuan teknologi dan perkembangan disana. Dan jadikan motivasi buat kita. Oke, guys! ^^

Aduh, kali ini bahasannya berat banget yak, Haha semoga kalian bisa menerapkan pesan saya yak, haha. Semoga bermanfaat!

You Might Also Like

0 komentar

Popular Posts

Find Me on IG @meilanyputrii