Yuk Kita Musnahkan Berita Palsu (Hoax)!

November 16, 2018


Assalamualaikum warahmatullah wabarakatuh, halo semua! Apa kabar? Semoga selalu dalam lindungan-Nya ya, Aamiin. Anyway, lately banyak banget kan ya bencana di Indonesia? Mulai dari gempa, tsunami dan lainnya.


But, kalian suka kesel nggak sih? Di saat kita lagi khawatir dan bener-bener belum bisa kendaliin diri abis kena bencana. Tiba-tiba dapet message atau baca di sosial media perihal berita adanya gempa susulan dan sebagainya.

Media sosial yang awalnya menjadi alat untuk berkomunikasi jarak jauh, berinteraksi dengan negara luar dan berbagi konten positif. Dan, saat ini terjadi beberapa oknum yang nggak bertanggung jawab. Berbagi konten negatif, berita palsu (hoax).

Pada era digital ini, semakin mudahnya satu pesan tersampaikan ke semua sudut kota bahkan dunia. Untuk itulah, media sosial bisa menjadi sebuah kemudahan untuk kita berbagi info yang bermanfaat. Atau bisa juga menjadi bumerang untuk kita.

Kenapa jadi bumerang? Karena untuk mereka yang berbagi tanpa pikir panjang, nggak punya tanggung jawab. Mereka hanya berbagi berita yang belum tau akan kebenarannya atau hoax.

Terus gimana yak? Cara menghindari hoax itu?

Ya, ini adalah hal penting. Kita perlu tahu bagaimana cara untuk menghindarinya. Bahkan seorang netizen sekalipun, jika tidak memperhatikan hal itu dengan cermat. Mungkin akan terhasut juga. So, ini cukup penting! Baiklah, mulai dari:

1, Perhatikan Sumber yang Membagikan

Kadang kala, kita hanya sibuk melihat isinya dan mudah terhasut begitu aja, sampai lupa tengok siapa yang membagikannya, isn`t? Nah, hal ini sangat dan perlu kita perhatikan. Hal apapun itu, kita perlu tau darimana sumbernya. Apakah berasal dari sesuatu yang benar? Atau opini aja? Perlnya kita mengkritis terlebih dahulu, sebelum mengkonsumsi konten tersebut.

2. Jangan Mudah Mengambil Keputusan

Mengambil keputusan dalam konteks diatas, bukan saat di dalam kantor ataupun kampus ya, hehe. Tapi, ketika kita menemukan info baru, jangan mudah terhasut untuk menshare kembali. Karena, sebuah data yang disajikan sekali pun nggak cukup.

Kita perlu tela`ah sebelum mensharenya. Apakah sumber itu benar? Bedakan antara fakta dan opini. Dan, jangan juga jika hanya sumber satu aja yang kamu temui, Kita perlu mendapatkan berita tersebut dalam berbagai sumber. Hingga terbukti jika hal itu adalah fakta. Bukan hanya opini atau pun berita palsu.

3. Perhatikan Alamat Link

Nah, jika pada sebuah pesan broadcast aja, biasanya disana nggak dilengkapi dengan alamat link dan lain-lain kan ya? Kita bisa mencari di website resminya. Seperti milik pemerintah. Begitu pun dengan berita yang datangnya dari sebuah website tertentu. Kita dapat melihat, apakah itu website bisa dipercaya?

Tapi gimana cara supaya tau dia bisa dipercaya? Iya, seperti yang saya katakan di awal. Kita bisa cari tahu berita itu di website-website resmi, Agar kita mengetahui kebenarannya. Sehingga, kita pun nggak akan jadi pelaku penyebar hoax. Kita perlu bijak sebelum membagikan sebuah informasi! ^^

Mungkin itu adalah beberapa saran menurut saya, untuk menghindari tersebarnya hoax. Dan tentunya kita pun perlunya tetep semangat untuk membagikan informasi dan konten konten positif ya, gengs! :) Karena kalo bukan kita siapa lagi? Dan, saranku kalo kalian mau jadi pengusaha sukses, jadilah pengusaha yang baik ! :)

Ya, tentunya dengan membagikan informasi dan konten positif ya ^^ Bukan malah menebar berita bohong, yang mungkin hanya menguntungkan satu pihak, dan hasilnya merugikan banyak pihak. So, tetap semangat menebar kebaikan! :)

Oh iya, ngomong masalah pengusaha. Jadi teringatkanku pada pengusaha sukses kelahiran Padang Panjang, seorang anak bungsu dari 3 bersaudara. Siapa tuh? Dia adalah Wempy Dyocta Koto (@wempydyoctakoto) yang merupakan CEO dari Wardour dan Oxford.

source: Kak Rizka

Selain menjadi CEO, beliau pun juga sebagai konsultan, investor, dan penasihat untuk perusahaan-perusahaan mulai dari Amerika, Eropa, hingga Asia Pasifik. Dan,, yang membuat pemuda satu ini keceh banget yaitu karena beliau ini menjadi mentor atau pembimbin CEO dalam berbagai bidang. So amazing, isn`t?

source: Kak Rizka

Mulai dari bidang keuangan, teknologi, kepemimpinan, pengelolaan sumber daya hingga pengembangan bisnis Internasional, wow! Multi talent banget ya? Ya, itulah mengapa beliau ini termasuk pengusaha muda sukses. Dengan penghasilan yang mencapai 300 juta per tahun. Dimana beliau masih duduk di bangku mahasiswa, namun telah menjabat sebagai Brand Communication pada Perusahaan financial service di America Express. Keren banget ya? uh, cowo idaman banget nggak tuh? haha

Well, kesuksesan seperti itu nggak akan kita dapetin jika dengan cara nggak baik, gengs. Seperti menyebarkan hoax, walau mendapatkan bayaran mungkin cukup besar sekali pun. Sesuatu yang nggak baik, nggak akan berhasil baik. So, yuk mulai sesuatunya dengan cara yang baik, agar hasilnya pun baik! Musnahkan Hoax! Semoga bermanfaat! ^^


You Might Also Like

5 komentar

  1. Memang sudah zamannya kali ya, akan tiba suatu zaman antara yang haq dan yang bathil sulit dibedakan. Tapi sebagai manusia kita harus terus berusaha menghindari hoax, karna hoax merupakan bencana.

    Mantap tipsnya!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyap betul banget! haha hoax bener bener jadi bencana zaman now.

      Anyway, makasii udah mampir ka ^^

      Hapus
  2. Apalagi kalau itu berita sudah dishare dari satu grup ke grup lainnya. Duh, gemes sama yang ngeshare.

    BalasHapus
  3. Dan kebanyakan pada percaya berita hoax. Yang penting ada www gitu 😫

    BalasHapus

Popular Posts

Find Me on IG @meilanyputrii